Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penganiayaan di Manado

Ini Motif 3 Pria yang Baku Tikam di Singkil Manado, Kombes Julianto Sirait: Akibat Cekcok Masa Lalu

Dua nyawa melayang dalam kasus penikaman yang terjadi di Kecamatan Singkil, Kota Manado, Jumat 1 Juli 202.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
Nielton Durado/Tribun Manado
Kapolresta Manado Kombes Julianto P Sirait. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua nyawa melayang dalam kasus penikaman yang terjadi di Kecamatan Singkil, Kota Manado, Jumat 1 Juli 202.

Dalam kasus pernikaman ini, Polresta Manado sudah menahan tersangka utama yang berinisial JT.

Kapolresta Manado Kombes Julianto P Sirait saat ditemui awak media siang tadi mengatakan jika motif dari kasus saling tikam ini adalah permasalahan dimasa lalu.

"Mereka punya masalah sebelumnya, lalu salah satu korban datanh ke Kecamatan Singkil dan terjadi cekcok," ujarnya.

Ia mengaku jika dua korban yang meninggal ini salah satunya adalah pelaku juga.

Tapi sang pelaku juga tewas ditikam oleh teman korban yang pertama.

"Dari salah satu korban yang meninggal ini sebenarnya berstatus pelaku juga," ujarnya.

Sedangkan pisau yang digunakan dalam peristiwa ini adalah pisau badik.

"Pisaunya cuma satu, tapi dipakai bergantian," tegas dia.

Sebelumnya diketahui, kasus penganiayaan yang berujung kematian kembali terjadi di Kota Manado.

Tiga warga kota Manado terlibat saling tikam di Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Menurut Kapolsek Singkil Ipda Winter Pardede saat ditemui Tribunmanado.co.id, di Polresta Manado ketiga pemuda yang terlibat saling tikam ini masing-masing berinisial DT warga Paal Dua, ET warga Singkil, dan JT yang juga warga Singkil, Manado.

Menurut Pardede, kejadian ini berawal ketika salah satu korban yakni DT datang ke Singkil untuk menghadiri acara pesta ulang tahun.

Saat sedang pesta datang korban berinisial ET dan terjadi perkelahian dengan DT di tempat tersebut.

DT lalu mengambil pisau disalah satu mobil dan menikam korban ET.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved