Berita Sitaro

Harga Cabe Tinggi, Bupati Sitaro Evangelian Sasingen Ajak Warga Menanam Tanaman Bumbu Dapur

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen ajak warga agar menanam tanaman bumbu dapur. Pasalnya saat ini harga cabai lagi tinggi.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Aktivitas jual beli bumbu dapur di Pasar Ulu Siau. Harga cabai kini sedang tinggi. Hal ini membuat Bupati Sitaro Evangelian Sasingen mengajak warganya untuk menanam tanaman bumbu dapur. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa jenis bumbu dapur di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masih dijual dengan harga tinggi.

Seperti halnya Cabe yang dijual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram, Cabe Kriting Rp 70 ribu per kilogram, Tomat Rp 30 ribu hingga Bawang Bombai Rp 70 ribu per kilogram.

Informasi yang diperloleh tribunmanado.co id menyebutkan, kondisi ini disebabkan keterbatasan pasokan bumbu dapur dari daerah-daerah asal seperti Manado dan Gorontalo.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Sitaro, Junaedy Sasela membenarkan tingginya berbagai bahan bumbu dapur di pasaran.

"Dari hasil monitorong kami di lapangan, memang harga bumbu dapur masih tinggi, apalagi Cabe.

Bahkan dalam minggu ini, sempat terjadi kenaikan pada Cabe Kriting dan Bawang Bombai," beber Sasela.

Menyikapi hal ini, Bupati Evangelian Sasingen mengajak seluruh masyarakat melalui Kepala-Kepala Desa agar memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman bumbu dapur.

"Bukan hanya kita di Sitaro (kenaikan harga bumbu dapur), tapi rata-rata daerah di Indonesia mengalami kenaikan harga bahan pokok, termasuk bumbu dapur," ungkap bupati

"Dengan kondisi ini juga kami himbau kepada masyarakat agar lebih lagi gemar untuk menanam khususnya tanaman bumbu dapur," lanjut Sasingen.

Program gemar menanam ini pun, kata bupati, merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro.

"Kalau hanya tanaman rempah untuk kebutuhan sehari-hari, kami akan giatkan itu lewat Dinas Pertanian agar bisa ada proses produksi lewat pemanfaatan lahan kosong," ujar Sasingen.

Untuk diketahui, saat ini Kabupaten Sitaro masih bergantung pada pasokan bahan bumbu dapur dan sayur-sayuran dari daerah Manado dan Gorontalo.

Dengan demikian, besaran harga di Sitaro harus menyesuaikan dengan harga di daerah penghasil dengan ditambah biaya distribusi ke Kabupaten Sitaro. (HER)

Percasi Bitung Helat Kejuaraan Beregu se-Sulut dan Gorontalo, Puluhan Regu Adu Strategi

Perjuangkan Lahan Milik Desa, Mantan Hukum Tua Lilang Kema Minut Kaget Laporan Sudah Dicabut

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved