Oknum Hukum Tua

Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Kumtua di Minahasa, Korban Tunjuk Sofyan Yosadi Jadi Kuasa Hukum

Tindakan tak senonoh tersebut dilakukan Kumtua inisial AML (53) terhadap tiga wanita masing-masing inisial SM (26), JH (27), dan JP (41).

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
HO
Sofyan Yosadi, Kuasa Hukum tiga perempuan korban dugaan tindakan asusila oknum Hukum Tua terpilih di Minahasa. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum Hukum Tua atau Kepala Desa terpilih di Kabupaten Minahasa terus bergulir.

Tindakan tak senonoh tersebut dilakukan Kumtua inisial AML (53) terhadap tiga wanita masing-masing inisial SM (26), JH (27), dan JP (41).

Kejadian di salah satu Desa, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

AML dilaporkan atas perbuatan dugaan asusila dan percobaan pemerkosaan terhadap ketiga wanita 

Selain mendapat perhatian khusus dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Minahasa, dan UPTD PPA Provinsi Sulawesi Utara, serta para aktivis dan LSM Suara Perempuan. 

Kini, tiga wanita yang menjadi korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual, ini akan didampingi kuasa hukum. 

Lewat surat kuasa tertanggal Sabtu 11 Juni 2022, ketiga perempuan tersebut menunjuk pengacara Sofyan Jimmy Yosadi, SH untuk menjadi kuasa hukum.

Pengacara kondang ini akan mendampingi perkara laporan dugaan tindak pidana yang saat ini sementara bergulir di Polres Minahasa. 

"Saya mendapat permintaan dari dinas P3A Minahasa. Kemudian para korban telah datang kerumah meminta bantuan.

Saya sanggupi memberikan perlindungan hukum dan bantuan hukum probono (tidak dibayar)," kata Sofyan saat dijumpai Tribunmanado.co.id, di Polres Minahasa, Selasa (14/6/2022).

Dijelaskannya, surat kuasa sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Tondano dan sudah koordinasi dengan Kanit P3A Reskrim Polres Minahasa.

Ia menyebut, penanganan kasus korban kekerasan seksual atau korban tindak pidana lainya sebagaimana dialami tiga wanita warga Desa Makalelon Kecamatan Kakas tersebut harus diseriusi.

"Karena itu merupakan kejahatan luar biasa dan kami berharap pihak Reskrim Polres bertindak profesional dalam perkaranya ini, " tegas Sofyan. 

Pengacara kondang Sulut ini mengatakan, setelah diberikan kuasa Ia akan berjuang melakukan segala upaya hukum demi mempertahankan, membela hak dan kepentingan hukum para korban. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved