MTPJ 12 18 Juni 2022
BACAAN ALKITAB: Lukas 12:49-59 “Api Injil Memurnikan Dan Memampukan Menilai Zaman”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti api adalah panas dan cahaya, perasaan yang bergelora tentang cinta dan perjuangan.
Ayat 58. Perpecahan, pertentangan dan perlawanan terjadi antara murid Yesus Kristus dengan orang-orang yang menolak-Nya sebagai Mesias, Juruselamat. Pemerintah yang dimaksud Yesus Kristus adalah Raja Kerajaan Allah yang akan datang menghakimi mereka yang melawan atau menolak-Nya. Berdamailah…di tengah jalan. Artinya bertobatlah selagi masih ada waktu sebelum hari penghakiman datang. Dan menghukum orang yang tidak percaya, murtad dan mendua…ke dalam penjara… ke dalam neraka.
Ayat 59. “Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” Yesus Kristus telah menebus hutang dosa kita maka keluarlah dari jalan menuju penghukuman yang mengerikan itu. Jangan menunda-nunda waktu.
Makna dan Implikasi Firman
Api Injil telah menyala di dunia memurnikan iman dan mengokohkan keyakinan orang percaya sepanjang zaman. Sekaligus telah memancarkan terang-Nya sehingga membedakan antara terang dengan gelap. Api Injil memisahkan orang beriman dengan orang yang mendua iman (ambigu) dan orang yang tidak beriman.
Perbedaan dan pembedaan itu telah mengakibatkan perpecahan, pertentangan, perselisihan, permusuhan bahkan peperangan, baik dalam masyarakat, jemaat, maupun keluarga.
Yesus Kristus adalah Api Injil yang memurnikan Iman, juga menghakimi dan menghukum. Ia mengorbankan diri-Nya melalui kematian di kayu salib, yang dikiaskan Baptisan-Nya, menanggung dan menebus hukuman atas dosa manusia yang percaya kepada-Nya.
Yesus Kristus mengeritik orang Yahudi, Farisi, Ahli Taurat dan Imam sebagai orang munafik. Karena mengklaim diri sebagai ahli waris Kerajaan tetapi menggunakan pengetahuan firman Tuhan dan pengalamannya hanya memberi perhatian hal-hal lahiriah, duniawi dan mengabaikan hal rohaniah yang dinubuatkan Kitab-kitab dan nabi-nabi. Mata mereka melihat keajaiban dan mujizat yang dilakukan Yesus Kristus seperti yang dinubuatkan tetapi mata hati mereka terhalang oleh ancaman kehilangan pengaruh, kekuasaan dan kekayaan. Sehingga mereka menolak dan memusuhi Yesus Kristus sebagai Mesias.
Yang dimaksud Yesus Kristus dengan pemerintah dalam teks ini adalah Raja Kerajaan Allah sebagai hakim yang akan datang menghakimi dan menghukum orang-orang yang menolak dan memusuhi-Nya. Berdamailah selagi dalam perjalanan artinya berdamai dengan Yesus Kristus, jangan menolak dan memusuhi-Nya. Jangan berjalan terus di jalan yang menyesatkan dan mencelakakan. Berdamai dalam pengertian bertobatlah adalah berbaliklah pada Yesus Kristus selagi masih ada waktu sebelum hari pengadilan dan penghakiman tiba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gmim-memperingati-hut-ke-191-pekabaran-injil-senin-13620228i9.jpg)