MTPJ 12 18 Juni 2022
BACAAN ALKITAB: Lukas 12:49-59 “Api Injil Memurnikan Dan Memampukan Menilai Zaman”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti api adalah panas dan cahaya, perasaan yang bergelora tentang cinta dan perjuangan.
MTPJ 12 – 18 Juni 2022 ( HUT PI / PK ke – 191)
TEMA BULANAN : “Misi dan Pendidikan Yang Membebaskan”
ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti api adalah panas dan cahaya, perasaan yang bergelora tentang cinta dan perjuangan. Api dapat membakar, menghanguskan dan memurnikan logam mulia. Api Injil diartikan kuasa yang memisahkan, membebaskan, mencerahkan, menyelamatkan atau memurnikan dan menghidupkan semangat iman.
Hari ini kita merayakan Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen. Injil telah dibawa masuk ke tanah Minahasa oleh para missionaris.
Injil telah menumbuhkan Iman orang Minahasa dan buah-buahnya dapat kita lihat dan rasakan. Tantangan kita saat ini adalah sepertinya terjadi erosi iman warga Gereja. Secara kuantitatif diindikasikan oleh kehadiran warga Gereja dalam Ibadah BIPRA, Kolom dan Jemaat cenderung menurun.
Pengamatan sementara menunjukkan kurang lebih 40 persen warga Gereja yang berpartisipasi aktif. Sementara secara kualitatif angka kriminalitas, perceraian dan kejahatan lainnya menunjukkan peningkatan secara signifikan.
Sebagai Gereja, pada perayaan hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen tahun 2022 ini kita diajak untuk berefleksi lagi dari Alkitab tentang arti dan makna Injil dikaitkan dengan pewarisannya melalui proses pendidikan baik secara formal, informal dan non-formal. Untuk itu pembacaan sepanjang minggu yang berjalan ini jemaat GMIM diajak untuk merenungkannya di bawah tema: “Api Injil Memurnikan dan Memampukan Menilai Zaman.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Ayat 49-50 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
Api yang dimaksud Yesus Kristus adalah Injil.
Seperti api membakar untuk memisahkan logam mulia dari logam lain atau benda lain yang melekat padanya, maka Api Injil memurnikan orang beriman dan memisahkan dari yang tidak beriman. Api juga berarti penghukuman. “Ia akan membaptis kamu dengan … api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya…debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” (Luk 3:16-17)
Ayat 51-53. Karena itu, Yesus Kristus datang ke bumi bukan membawa damai melainkan pedang dan pertentangan antara orang yang murni imannya dengan orang yang mendua imannya (ambigu) dan mereka tidak beriman.
Bahkan pertentangan itu terjadi di dalam keluarga. Seperti nubuatan Nabi Mikha: ”Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”(Mikha 7: 5-6)
Ayat 50. Yesus Kristus mendamaikan manusia dengan Allah; merekonsiliasi atau memulihkan hubungan yang rusak. “Aku harus menerima baptisan” artinya kematian atau penghukuman atas dosa manusia ditanggung-Nya. Yesus menerima baptisan itu bukan karena Ia berdosa, tetapi justru untuk membuktikan bahwa Dia berasal dari Allah dan diutus Allah untuk menjadi agen pemurnian tersebut.
Akan tetapi misi pendamaian-Nya ditentang dan ditolak oleh ajaran yang menyesatkan. “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.” (1 Kor.11:19).
Kata “perpecahan” bahasa asli “hairesis” bidah, berarti memilih salah satu dan menolak pilihan lainnya. Ini dapat digunakan untuk menjelaskan (1) seseorang yang percaya ajaran palsu atau (2) ajaran sesat itu sendiri. Juga bisa berarti mazhab, aliran agama, fraksi, perpecahan, skisma. Memang Yesus datang untuk menyelamatkan manusia, tetapi sekaligus untuk menyatakan penghukuman bagi mereka yang menolak-Nya.
Ayat 54-57. Yesus Kristus memberikan ilustrasi tentang pengetahuan orang Yahudi yang pandai menilai gejala alam tentang kemungkinan hujan dan panas. Kemampuan meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan pengalaman. Yesus Kristus mengatakan orang Yahudi, Farisi, Ahli Taurat dan para Imam sebagai orang munafik.
Karena kedatangan Mesias telah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Dan Yesus Kristus dengan kuasa-Nya, melakukan mujizat, keajaiban-keajaiban sesuai nubuatan nabi-nabi di hadapan mata mereka. Dan Yesus Kristus bertanya: “mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?” Karena mereka tidak percaya dan menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, Juruselamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gmim-memperingati-hut-ke-191-pekabaran-injil-senin-13620228i9.jpg)