Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MTPJ 12 18 Juni 2022

BACAAN ALKITAB: Lukas 12:49-59 “Api Injil Memurnikan Dan Memampukan Menilai Zaman”

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti api adalah panas dan cahaya, perasaan yang bergelora tentang cinta dan perjuangan.

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
HO/Pemprov Sulut
GMIM memperingati HUT ke-191 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Tanah Minahasa. Peringatan itu digelar di Lapangan KONi Sario, Kota Manado, Senin (13/6/2022). 

MTPJ 12 – 18 Juni 2022 ( HUT PI / PK ke – 191)
TEMA BULANAN : “Misi dan Pendidikan Yang Membebaskan”

ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti api adalah panas dan cahaya, perasaan yang bergelora tentang cinta dan perjuangan. Api dapat membakar, menghanguskan dan memurnikan logam mulia. Api Injil diartikan kuasa yang memisahkan, membebaskan, mencerahkan, menyelamatkan atau memurnikan dan menghidupkan semangat iman.

Hari ini kita merayakan Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen. Injil telah dibawa masuk ke tanah Minahasa oleh para missionaris.

Injil telah menumbuhkan Iman orang Minahasa dan buah-buahnya dapat kita lihat dan rasakan. Tantangan kita saat ini adalah sepertinya terjadi erosi iman warga Gereja. Secara kuantitatif diindikasikan oleh kehadiran warga Gereja dalam Ibadah BIPRA, Kolom dan Jemaat cenderung menurun.

Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Richard Sualang menghadiri Ibadah Agung HUT Ke 191 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen dan HUT ke-88 GMIM Bersinode Tahun 2022 di Lapangan KONI Sario Manado Senin (13/6/2022).
Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Richard Sualang menghadiri Ibadah Agung HUT Ke 191 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen dan HUT ke-88 GMIM Bersinode Tahun 2022 di Lapangan KONI Sario Manado Senin (13/6/2022). (Istimewa/Diskominfo Manado)

Pengamatan sementara menunjukkan kurang lebih 40 persen warga Gereja yang berpartisipasi aktif. Sementara secara kualitatif angka kriminalitas, perceraian dan kejahatan lainnya menunjukkan peningkatan secara signifikan.

Sebagai Gereja, pada perayaan hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen tahun 2022 ini kita diajak untuk berefleksi lagi dari Alkitab tentang arti dan makna Injil dikaitkan dengan pewarisannya melalui proses pendidikan baik secara formal, informal dan non-formal. Untuk itu pembacaan sepanjang minggu yang berjalan ini jemaat GMIM diajak untuk merenungkannya di bawah tema: “Api Injil Memurnikan dan Memampukan Menilai Zaman.”

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Ayat 49-50 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
Api yang dimaksud Yesus Kristus adalah Injil.

Seperti api membakar untuk memisahkan logam mulia dari logam lain atau benda lain yang melekat padanya, maka Api Injil memurnikan orang beriman dan memisahkan dari yang tidak beriman. Api juga berarti penghukuman. “Ia akan membaptis kamu dengan … api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya…debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” (Luk 3:16-17)

Ayat 51-53. Karena itu, Yesus Kristus datang ke bumi bukan membawa damai melainkan pedang dan pertentangan antara orang yang murni imannya dengan orang yang mendua imannya (ambigu) dan mereka tidak beriman.

Bahkan pertentangan itu terjadi di dalam keluarga. Seperti nubuatan Nabi Mikha: ”Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”(Mikha 7: 5-6)

Ayat 50. Yesus Kristus mendamaikan manusia dengan Allah; merekonsiliasi atau memulihkan hubungan yang rusak. “Aku harus menerima baptisan” artinya kematian atau penghukuman atas dosa manusia ditanggung-Nya. Yesus menerima baptisan itu bukan karena Ia berdosa, tetapi justru untuk membuktikan bahwa Dia berasal dari Allah dan diutus Allah untuk menjadi agen pemurnian tersebut.

Akan tetapi misi pendamaian-Nya ditentang dan ditolak oleh ajaran yang menyesatkan. “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.” (1 Kor.11:19).

Kata “perpecahan” bahasa asli “hairesis” bidah, berarti memilih salah satu dan menolak pilihan lainnya. Ini dapat digunakan untuk menjelaskan (1) seseorang yang percaya ajaran palsu atau (2) ajaran sesat itu sendiri. Juga bisa berarti mazhab, aliran agama, fraksi, perpecahan, skisma. Memang Yesus datang untuk menyelamatkan manusia, tetapi sekaligus untuk menyatakan penghukuman bagi mereka yang menolak-Nya.

Ayat 54-57. Yesus Kristus memberikan ilustrasi tentang pengetahuan orang Yahudi yang pandai menilai gejala alam tentang kemungkinan hujan dan panas. Kemampuan meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan pengalaman. Yesus Kristus mengatakan orang Yahudi, Farisi, Ahli Taurat dan para Imam sebagai orang munafik.

Karena kedatangan Mesias telah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Dan Yesus Kristus dengan kuasa-Nya, melakukan mujizat, keajaiban-keajaiban sesuai nubuatan nabi-nabi di hadapan mata mereka. Dan Yesus Kristus bertanya: “mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?” Karena mereka tidak percaya dan menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, Juruselamat.

Ayat 58. Perpecahan, pertentangan dan perlawanan terjadi antara murid Yesus Kristus dengan orang-orang yang menolak-Nya sebagai Mesias, Juruselamat. Pemerintah yang dimaksud Yesus Kristus adalah Raja Kerajaan Allah yang akan datang menghakimi mereka yang melawan atau menolak-Nya. Berdamailah…di tengah jalan. Artinya bertobatlah selagi masih ada waktu sebelum hari penghakiman datang. Dan menghukum orang yang tidak percaya, murtad dan mendua…ke dalam penjara… ke dalam neraka.
Ayat 59. “Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” Yesus Kristus telah menebus hutang dosa kita maka keluarlah dari jalan menuju penghukuman yang mengerikan itu. Jangan menunda-nunda waktu.

Makna dan Implikasi Firman
 Api Injil telah menyala di dunia memurnikan iman dan mengokohkan keyakinan orang percaya sepanjang zaman. Sekaligus telah memancarkan terang-Nya sehingga membedakan antara terang dengan gelap. Api Injil memisahkan orang beriman dengan orang yang mendua iman (ambigu) dan orang yang tidak beriman.
 Perbedaan dan pembedaan itu telah mengakibatkan perpecahan, pertentangan, perselisihan, permusuhan bahkan peperangan, baik dalam masyarakat, jemaat, maupun keluarga.

 Yesus Kristus adalah Api Injil yang memurnikan Iman, juga menghakimi dan menghukum. Ia mengorbankan diri-Nya melalui kematian di kayu salib, yang dikiaskan Baptisan-Nya, menanggung dan menebus hukuman atas dosa manusia yang percaya kepada-Nya.

 Yesus Kristus mengeritik orang Yahudi, Farisi, Ahli Taurat dan Imam sebagai orang munafik. Karena mengklaim diri sebagai ahli waris Kerajaan tetapi menggunakan pengetahuan firman Tuhan dan pengalamannya hanya memberi perhatian hal-hal lahiriah, duniawi dan mengabaikan hal rohaniah yang dinubuatkan Kitab-kitab dan nabi-nabi. Mata mereka melihat keajaiban dan mujizat yang dilakukan Yesus Kristus seperti yang dinubuatkan tetapi mata hati mereka terhalang oleh ancaman kehilangan pengaruh, kekuasaan dan kekayaan. Sehingga mereka menolak dan memusuhi Yesus Kristus sebagai Mesias.

 Yang dimaksud Yesus Kristus dengan pemerintah dalam teks ini adalah Raja Kerajaan Allah sebagai hakim yang akan datang menghakimi dan menghukum orang-orang yang menolak dan memusuhi-Nya. Berdamailah selagi dalam perjalanan artinya berdamai dengan Yesus Kristus, jangan menolak dan memusuhi-Nya. Jangan berjalan terus di jalan yang menyesatkan dan mencelakakan. Berdamai dalam pengertian bertobatlah adalah berbaliklah pada Yesus Kristus selagi masih ada waktu sebelum hari pengadilan dan penghakiman tiba.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved