Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DOB Papua

Filep Karma: 'Tidak Ada Jalan Lain, Papua Harus Merdeka', Papua Termiskin di Indonesia

Aktivis Perjuangan Papua Merdeka, Filep Karma menyoroti soal DOB Papua. Singgung pemerintah dan kondisi wilayah Papua saat ini.

Editor: Frandi Piring
BBC Indonesia/YULIANA LANTIPO
Filep Karma sebut Tidak Ada Jalan Lain, Papua Harus Merdeka dan Papua Termiskin di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tokoh aktivis Perjuangan Papua Filep Karma kembali menyoroti soal daerah otonomi baru ( DOB ) Papua.

Filep Karma menganggap rencana pemerintah pusat terkait pemekaran Bumi Cenderawsih itu tidaklah tepat.

Sebelumnya, Filep Karma menilai solusi untuk Papua adalah kemerdekaan bukan pemekaran daerah otonomi baru (DOB).

Hal itu dinyatakan Filep Karma setelah melihat aksi demo penolakan Daerah Otonomi Baru ( DOB ) Papua.

Filep Karma menilai, otonomi khusus (Otsus) yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Papua selama 20 tahun telah gagal.

"Tidak ada jalan lain, Papua harus merdeka," kata Filep Karma dalam orasinya saat gelombang penolakan DOB di lingkaran Abepura, Jumat (1/4/2022).

kata Filep, 20 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2000, sejumlah tokoh Papua yaitu Barnabas Suebu, Maikel Manufandu, Philip Erari, dan sejumlah tokoh lainnya tidak meminta kemerdekaan.

"Namun, alternatif yang diberikan itu hingga kini tidak ada perubahan. Malah gagal. Berarti tidak ada jalan lain selain Papua Merdeka," ujarnya.

Perjuangan Filep Karma soal Papua Merdeka ini bukan baru pertama kali.

Filep Jacob Semuel Karma yang lahir pada 15 Agustus 1959 ini pada 1 Desember 2004 ikut mengibarkan bendera Bintang Kejora dalam sebuah upacara di Jayapura, Indonesia.

Karena tindakannya itu, ia dituduh melakukan pengkhianatan kepada negara dan dihukum penjara selama 15 tahun.

Sebut Papua Wilayah Termiskin di Indonesia

Wilayah Papua merupakan provinsi pertama termiskin di Indonesia berdasarkan data BPS per Maret hingga September 2021.

Bumi Cenderawasih Papua dipresentasekan sebanyak 27,38 persen.

Selepas Papua, ada Papua Barat dengan angka 21,82 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved