Berita Internasional

Lab Virus Berbahaya Disebut Media Rusia Ada di Jakarta di Tengah Perkampungan Padat, Ini Lokasinya

Dari info media resmi Rusia menyebut lab tersebut berada di tengah perkampungan padat.

Editor: Glendi Manengal
(THINKSTOCKPHOTOS)
Ilustrasi peneliti di laboratorium. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar mengejutkan dari media asing.

Diektahui sebuah Media dari Rusia menyebut ada lab berbahaya di wilayah Indonesia.

Dari info media resmi Rusia menyebut lab tersebut berada di tengah perkampungan padat.

Baca juga: Ngebet Nikah, Sejoli Ini Malah Masuk Penjara, Keduanya Diduga Kerjasama Habisi Nyawa Seorang Wanita

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu 29 Mei 2022: Aries Selamat Dari Penipuan, Pisces Jangan Terlalu Kecewa

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Minggu 29 Mei 2022, BMKG: 15 Wilayah Alami Hujan Disertai Angin

Foto : Tampak seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium. (THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERS)

Media resmi pemerintah Rusia Sputnik menyebut ada laboratorium biologis milik NAMRU-2, angkatan laut Amerika Serikat di Indonesia.

Laboratorium tersebut diduga tempat patogen dan virus berbahaya disimpan.

Sputnik menyebut laboratorium tersebut berada di Jalan Percetakan Negara. Lokasinya berada di tengah perkampungan padat dan jalan yang sempit.

Kemungkinan besar tidak banyak orang yang tahu bahwa laboratorium tersebut sudah berdiri selama 40 tahun karena bentuk fisik bangunannya berupa rumah dan remang-remang.

Unit Penelitian Medis Angkatan Laut AS (NAMRU) berdiri di Guam pada tahun 1955 di bawah yayasan Rockefeller.

Sedangkan detasemen NAMRU-2 di Jakarta telah dibuka pada tahun 1970 untuk mempelajari penyakit menular yang berpotensi menyerang militer-militer AS di Asia.

Menurut Dr Siti Fadilah Supari, seorang spesialis kardiologi yang menjabat sebagai menteri kesehatan Indonesia dari 2004 hingga 2009, kemanjuran keseluruhan penelitian Amerika dipertanyakan.

“Meskipun mereka fokus pada malaria dan tuberkulosis, hasilnya selama 40 tahun di Indonesia tidak signifikan”, kata Siti Fadilah dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/5/2022).

Dia menambahkan bahwa perjanjian antara Indonesia dan AS tentang pendirian laboratorium berakhir pada 1980.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved