Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liga Italia

Komentar Simone Inzaghi Usai Inter Milan Gagal Pertahankan Scudetto, Terungkap Penyebabnya

Kegagalan Nerazzurri mempertahankan Scudetto disebut Simone Inzaghi karena sering membuang poin.

Editor: Ventrico Nonutu
MIGUEL MEDINA / AFP
Pemain depan Inter Milan asal Chili Alexis Sanchez (kanan), pemain depan Inter Milan dari Argentina Lautaro Martinez (ke-21), pelatih kepala Inter Milan dari Italia Simone Inzaghi (kiri), bek Inter Milan dari Italia Federico Dimarco (kedua dari kiri) dan gelandang Inter Milan dari Chili Arturo Vidal melakukan selebrasi setelah Sanchez mencetak gol kedua terakhir bagi Inter untuk memenangkan pertandingan sepak bola Piala Super Italia (Supercoppa italiana) antara Inter dan Juventus pada 12 Januari 2022 di stadion San Siro di Milan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inter Milan gagal mempertahankan gelar juara Liga Italia.

Tim berjuluk Nerazzurri harus puas di peringkat kedua klasemen.

Inter Milan terpaut 2 poin dengan AC Milan yang kini jadi juara.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Senin 23 Mei 2022, Ini Wilayah Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Mantan Suami Ngaku Pernah Selingkuh, Ini Reaksi Rachel Vennya Dengar Ucapan Niko Al Hakim

Terkait dengan kegagalan Inter Milan, sang pelatih Simone Inzaghi turut berkomentar.

Skuat Nerazzurri mengumpulkan poin akhir 84 setelah mendapatkan 25 kemenangan, 9 imbang dan 4 kekalahan.

Perolehan 84 poin yang dimiliki Nerazzurri hanya terpaut 2 angka dari AC Milan yang menyegel Scudetto Liga Italia.

Kegagalan Nerazzurri mempertahankan Scudetto disebut Simone Inzaghi karena sering membuang poin.

Hal itu terjadi saat masih bermain di Liga Champions sehingga fokus Nerazzurri terpecah.

Meskipun demikian, keberhasilan Nerazzurri mendapat 84 poin merupakan perjuangan yang patut diapresiasi.

"Kami tertinggan 2 poin, mereka (AC Milan -red) juga lebih konsisten menjelang akhir musim," buka Simone Inzaghi dikutip dari laman Football-Italia.

"Adapun kami, kami kehilangan tempat selama pertandingan ganda Liga Champions dengan Liverpool, tetapi 84 poin masih banyak.

"Selama beberapa hari ke depan, kami akan menganalisis apa lagi yang bisa kami lakukan," ungkapnya.

Arsitek berusia 46 tahun ini tidak memungkiri kekecewaan timnya yang gagal mengamankan Scudetto.

Bahkan ia merasa ada sesuatu yang pahit di dalam mulutnya setelah Liga Italia berakhir dan Nerazzurri menduduki runner-up.

“Jelas, kami adalah Inter, kami memenangkan dua trofi, tetapi masih ada rasa pahit di mulut saat kami melepaskan Scudetto," akui Inzaghi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved