Jangan Sembarang Bunyikan Klakson di Brunei Darussalam, Ini Artinya Bisa Berakibat Fatal
Dijelaskan Wulan apabila seseorang membunyikan klaksonnya di Brunei maka dia dianggap mengajak ribut.
Kalau di Brunei jika ada jammed/macet lalu kita membunyikan klakson apalagi yang tak henti-henti intinya kita ngajak ribut," terang Wulan.
Hal ini yang membuat Wulan mengatakan dia sangat jarang menemukan pengendara yang membunyikan klakson di Brunei.
Meski bisa dibilang tetangga, ternyata negara Brunei Darussalam memiliki sejumlah kebiasaan yang jauh berbeda dan tak dimiliki di negara Indonesia.
Beberapa kebiasaan tersebut bahkan terdengar aneh atau tak lazim bagi warga +62.
Seorang WNI (Warga Negara Indonesia) yang berada di Brunei Darussalam mengungkapkan hal itu.
Dia membeberkan sejumlah culture shock yang dialaminya ketika awal-awal menginjakkan kota yang dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolkiah tersebut.
Ternyata culture shock yang ia rasakan adalah bagian dari rutinitas yang biasa terjadi di Brunei Darussalam.
Melalui YouTubenya, Wulan's Life wanita yang bernama Wulan itu menceritakan sejumlah kebiasaan Brunei Darussalam lainnya yang berbeda dari Indonesia.
Tidak ada sarapan
Jauh dari kebiasaan orang Indonesia yang sarapan, ternyata di Brunei tak ada kebiasaan itu.
Orang-orang di Brunei hanya makan dua kali sehari, yakni siang dan malam saja.
Wulan mengatakan akan sangat jarang menemukan orang yang sarapan atau makan pagi di Brunei.
Kalau pun ada mereka hanya mengganjal perut dengan makanan yang ringan misalnya roti yang ditemani teh atau kopi.
Tidak ada kewajiban sarapan di negara ini.
"Kalau di Indonesia makan tiga kali, tapi tidak kalau di Bruei hanya makan dua kali saja," ujar Wulan.