Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Travel

Jalan-Jalan ke Manado, Coba Nikmati 5 Kuliner Sate Khas Minahasa, Berikut Daftarnya

Minahasa merupakan satu di antara etnis terbesar di Provinsi Sulut, di mana kuliner Manado banyak dipengaruhi dari kuliner Minahasa.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
Kolase Tribun Manado/Ryo Noor/Istimew
Sate Tinoor, Ragey Kawangkoan, Ragey Tomohon, Sate Kolombi, Sate Manis Pedas Tomohon 

Ragey merupakan kependekan dari kata rageyen bahasa Tountemboan, Sub Etnis Minahasa yang artinya tolong dibakar.

Rageyen adalah sebuah kalimat perintah untuk membakar sesuatu (bahan makanan), misalnya membakar milu (jagung), daging, ubi dan sebagainya.

Namun, seiring dengan perkembangan, pengertian rageyen disingkat ragey yang semula sebagai perintah untuk membakar berbagai jenis bahan makanan berubah menjadi kalimat perintah lebih spesifik.

Itu akhirnya hanya dibatasi untuk membakar daging babi yang diolah menyerupai sate.

Proses pembuatannya, daging babi diiris dalam ukuran tertentu, lalu dibumbui dan dibakar seperti sate.

2. Sate Tinoor

Satu di antara rekomendasi kuliner sate khas Minahasa dari tribunmanado.co.id yakni Sate Tinoor

Sate yang satu ini merupakan kuliner 'legend'

Tinoor merupakan salah satu wilayah Kota Tomohon. Dulunya merupakan desa mayoritas sub etnis Tountemboan, salah satu sub etnis suku Minahasa.

Sate Tinoor pun merupakan satu di antara kuliner yang berkembang kini bisa dinikmati masyarakat.

Sate Tinoor terbagi atas dua bahan daging, ada sate menggunakan daging babi, ada juga memakai daging ayam.

Sate Tinoor ini bisa ditemukan di sejumlah Rumah Makan di wilayah Tinoor yang berdiri di tepi Jalan Manado-Tomohon.

Potongan Sate Tinoor ebih besar dari sate pada umumnya, sebab itu harganya dibandrol Rp 10.000 per tusuk. Dalam satu tusuknya ada tiga potongan daging.

Sebelum dipanggang di bara api tempurung, daging sate sudah dilumuri bumbu. Daging itu didominasi bumbu rica atau cabe rawit.

Bau harum khas daging dipanggang langsung tercium. Tak lama, daging mulai kecoklatan tanda sate sudah matang. Warna daging berubah menjadi cokelat muda. Saat di santap ada rasa manis pedas.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved