Kabar Israel

Sniper Israel Tembak Wanita Wartawan Al Jazeera, Sosoknya Disebut Inspirasi Jurnalis di Palestina

Seorang wartawan Al Jazeera meninggal dunia usai ditembak oleh sniper Israel.

Editor: Glendi Manengal
AP Photo
Ilustrasi sniper 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang wartawan Al Jazeera meninggal dunia usai ditembak oleh sniper Israel.

Diketahui Jurnalis dari stasiun televisi Al Jazeera itu bernama Shireen Abu Akleh.

Berikut ini sosok Shireen Abu Akleh.

Baca juga: Viral Video Seorang Maling di Bogor yang Curi HP Tapi Naik Mobil Mewah, Begini Kronologinya

Baca juga: Kanim Kotamobagu Ikuti Arahan Wamenkumham RI Prof Edward Omar Sharif Hiariej di Manado

Baca juga: Syarat Ambil Minyak Goreng Curah di Minut, Persediaan Terbatas, Dibuka Setiap Hari Kerja

Foto : Wartawan mengawal jenazah jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Aqleh, yang ditembak mati oleh pasukan Israel saat meliput serangan di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat, menurut jaringan tersebut, pada 11 Mei 2022, di rumah sakit di Jenin. (Photo by JAAFAR ASHTIYEH / AFP)

Shireen Abu Akleh, jurnalis stasiun televisi Al Jazeera Palestina dibunuh penembak jitu Israel Rabu (11/5/2022).

Dia koresponden televisi veteran, yang juga perempuan popular di dunia jurnalisme Arab karena liputannya yang berani tentang konflik Israel-Palestina.

Teman dan kolega menggambarkan Abu Akleh sebagai reporter pemberani dan baik hati.

Tawanya kerap menular ke teman-teman dekatnya, dan ia menyuarakan perjuangan rakyat Palestina selama hampir tiga dekade kariernya.

Berasal dari Yerusalem Timur, dan Aljazeera menulis ia warga negara AS, Shireen Abu Akleh (51) meninggalkan saudara laki-lakinya, Tony Abu Akleh.

“Kerugian kami sangat besar,” kata Nida Ibrahim, koresponden Al Jazeera dan rekan Abu Akleh di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Dia baik, berdedikasi dan berbakti. Dia tahu ceritanya terus menerus dan dia mengerti nuansanya. Dia membawa banyak informasi untuk pelaporannya,” lanjut Nida Ibrahim.

Sembari menangis, Ibrahim menggambarkan Abu Akleh sebagai manusia “unik” yang sangat terkenal, tetapi sederhana dan berkomitmen pada profesinya.

Pada saat kematiannya, Abu Akleh telah belajar bahasa Ibrani untuk memahami narasi media Israel lebih baik, dan baru saja menyelesaikan diploma di media digital.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved