Lebaran 2022
Apa itu Ngurisan? Tradisi Unik di Lombok yang Ramai Dilakukan saat Momen Idul Fitri
Momen ini terjadi saat hari raya Idul Fitri. t ini berlangsung selepas sholat Ied dan bersalaman.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa itu Ngurisan?
Ngurisan merupakan sebuah tradisi di Lombok.
Momen ini terjadi saat hari raya Idul Fitri.
Tradisi ini berlangsung selepas sholat Ied dan bersalaman.
Baca juga: KRONOLOGI KKB Papua Serang Gereja di Pegubin, Dua Anggota TNi dan Polri Alami Luka Tembak
Baca juga: Alasan Presiden Jokowi Tak Ikut Shalat Id Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Banyak Rakyat yang Kecewa
Ngurisan yang berarti mencukur rambut merupakan tradisi yang mewarnai hari besar keagamaan di Lombok seperti saat hari raya Idul Fitri.
Udin, tokoh agama di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram mengatakan jika tradisi ngurisan dilakukan pada bayi berusia di bawah enam bulan.
“Nanti diumumin dulu siapa yang mau nguris anaknya biar nunggu setelah salam-salaman,” kata Udin, Senin, 2 Mei 2022.
Untuk orang tua yang ingin menjalankan tradisi ini maka diharuskan membawa andang-andang.
Andang-andang merupakan nampan berisi bunga tabur, beras yang telah diwarnai kuning, semangkuk air, gunting kecil dan beberapa uang receh yang nominalnya disesuaikan dengan kemampuan.
Proses tradisi ngurisan dimulai dengan sang bayi digendong oleh ayahnya mengitari barisan tokoh agama, tetua maupun warga dan harus merupakan laki-laki.
“Nanti dikelilingi bayinya dengan bawa andang-andang itu sambil dibacakan sholawat nabi,” ujarnya.
Kemudian, secara bergiliran para tokoh agama, tetua dan warga menggunting rambut si bayi.
Mengguntingnya pun hanya sejumput dari rambut si bayi.
“Diguntingnya sedikit biar jadi syarat ajak,” jelasnya.
Baca juga: Alasan Presiden Jokowi Tak Ikut Shalat Id Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Banyak Rakyat yang Kecewa
Potongan rambut tersebut lalu diletakkan dalam mangkuk berisi air yang ada di dalam dandang.