Berita Boltim

Tradisi Monuntul di Boltim Jelang Hari Raya Idul Fitri, Warga Pasang Lampu di Depan Rumah

Menjelang hari raya idul fitri, di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ada tradisi memasang lampu botol atau monuntul. 

Tribun Manado/Rustaman Paputungan
Tradisi memasang lampu botol (monuntul) di Boltim Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang hari raya idul fitri, di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ada tradisi memasang lampu botol atau monuntul. 

Lampu dipasang dan diletakkan di depan rumah. 

Bahkan ada yang sengaja di buat dengan berbagai bentuk supaya terlihat indah. 

Tradisi memasang lampu botol (monuntul) di Boltim Sulut.

Tradisi memasang lampu botol (monuntul) di Boltim Sulut. (Tribun Manado/Rustaman Paputungan)

Terpantau tribunmanado.co.id Kamis (28/4/2022) warga sangat antusias untuk memasang lampu botol (monuntul) di depan rumah mereka.

"Pemasangan lampu tuntul, merupakan tradisi atau budaya dari kaum muslimin sebagai tanda kalau kita sudah masuk di malam ke 27 ramadan.

Dan kita sudah memasuki dalam persiapan untuk menyambut hari raya idul fitri," ujar Hatta Kadir (58), Tokoh Masyarakat Desa Bulawan Dua Kecamatan Kotabunan Bolaang Mongondow Timur.

Tradisi memasang lampu botol (monuntul) di Boltim Sulut.
Tradisi memasang lampu botol (monuntul) di Boltim Sulut. (Tribun Manado/Rustaman Paputungan)

Lanjut Hatta Kadir, monuntul adalah kebiasaan atau budaya sejak turun temurun sejak islam masuk di Sulawesi Utara, khususnya di Bolaang Mongondow Raya.

"Jadi makna disini tentunya ada hubungannya dengan sejarah tadi. Ini sebagai tanda untuk melaksanakan hari raya idul fitri. Apalagi dipasang pada malam ke 27 ramadan," ujar dia. 

Lampu tuntul dipasang selama tiga malam berturut - turut.

"Dipasang malam ke 27 - 29 ramadan. Dan untuk malam takbiran, lampu tuntulnya tak lagi dipasang." ujar Hatta Kadir. (*)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved