Berita Bitung

TP PKK Provinsi Sulut Konsen dengan Stunting di Kota Bitung

Tim Penggerak Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) konsen dengan masalah stunting pada anak.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Ketua TP PKK kota Bitung Ny Rita Mantiri Tangkudung saat memberikan cinderamata atau goodie bag ke TP PKK Provinsi Sulut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) konsen dengan masalah stunting pada anak.

Seperti satu di antara materi yang bawakan pada kegiatan Pencanangan Kapasitas Kader PKK di Kota Bitung tentang stunting, Rabu (13/4/2022).

Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Sulut dr Ny Jeanette Rondonuwu – Siby menjelaskan, pihaknya terus berupaya memberikan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan, tentang apa itu stunting, ciri-cirinya hingga penanggulangannya.

“Stunting ini bukan hanya masalah kesehatan, tapi masalah dibeberapa instansi terkait seperti Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana (PPKB), Bappeda, Dinas Kesehatan dan TP PKK. Musti ada kolaborasi dan kerjasama yang baik, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” kata Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Sulut dr Ny Jeanette Rondonuwu – Siby, usai Pencanangan Kapasitas Kader PKK di Kota Bitung, Rabu (13/4).

Lanjutnya, untuk intervensi kesehatan di dinas kesehatan dan TP PKK gerakkan masyarakat, menjadi motivator dan fasilitator.

Dia beri contoh peran TP PKK untuk masalah stunting ini, mendorong dan memfasilitasi masyarakat ke Posyandu bagi ibu-ibu hamil dan anak dibawah lima tahun.

Karena untuk ibu hamil dan anak dibawah lima tahun, sangat penting melakukan pemeriksaan di Posyandu.

Bisa melihat perkembangan apakah sesuai dengan tumbuh kembangnya, serta kecerdasan seperti di usia sekian bukan atau setahun sudah bisa jalan.

“Jangan anak sudah usia setahun, belum bisa berjalan dan tumbuh kembangnya tidak sesuai dengan usianya,” tambahnya.

Stunting jangan diremehkan, karena sangat mempengeruhi pertumbuhan generasi anak bangsa di kemudian hari.

Dengan anak kena stunting, pengaruh ke perkembangan otak menjadi tidak maksimal pertumbuhannya, daya pikirnya juga terganggung dan kualitas sumber daya manusia tidak akan sesuai harapan di kemudian hari.

Pasalnya, di zaman ini diperlukan sumber daya manusia (SDM)  yang baik di tengah persaingan global.

Sehingga harus diantisipasi tentang stunting, agar  bisa ciptakan SDM yang berkualitas.

Sementara itu menurut Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Rita Mantiri Tangkudung terkait dengan stunting menjadi prioritas program di Pokja IV tentang kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved