Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Wiki

Ini Sejarah dan Sosok Pembuat Patung Bogani di Kotamobagu

Jika anda pernah ke Kotamobagu, pasti akan menemukan patung berwarna coklat yang berdiri di simpang tiga kelurahan Kotobangon.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
nielton durado/tribun manado
Patung Bogani di Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Jika anda pernah ke Kotamobagu, pasti akan menemukan patung berwarna coklat yang berdiri di simpang tiga kelurahan Kotobangon.

Namanya adalah patung Bogani, seiring berjalannya waktu, kini sejarahnya hanya sedikit yang tahu sejarah patung ini.

Begitu pun dengan masyarakat Bolmong yang ada saat ini, mungkin harus diingat kembali sejarahnya.

Patung Bogani dibuat oleh Alex Wetik yang merupakan salah satu pendiri Jurusan Seni Rupa di lembaga IKIP Manado atau UNIMA.

Ia adalah pelukis sekaligus pematung yang mendesain Patung Bogani.

Dia pun dikenal membuat patung-patung di Sulawesi Utara di antaranya patung Sam Ratulangi di Unsrat Manado, Yesus di Gereja Katolik St. Ignasius Manado, relief di Gedung Bukit Inspirasi Tomohon, patung Sam Ratulangi di Tondano, dan patung Sarapu.

Akan tetapi, sumber lain yang merupakan budayawan Bolmong, Chairun Mokoginta mengatakan, dari hasil penelusurannya, pelukis dan pematung yang membuat patung Bogani adalah Tawakal Mokodompit.

Diceritakannya, tokoh Bogani yang menjadi model patung adalah Bogani Paloko.

Sebab yang bermukim di sekitar aliran sungai dan wilayah Kotobangon sampai ke puncak Ilongkow adalah bogani Paloko.

Ada begitu banyak Bogani di Bolmong, seperti Bogani Ki Bagat, Inde Indou, Inde Dikit, Dugian, Paloko, Ponamboian, Dondo, Pongayow, Lingkit, Mogedag dan masih banyak lagi.

"Tapi menurut saya, yang menjadi tokoh patung Bogani adalah Bogani Paloko. Sebab dulu yang berdiam disekitar aliran sungai adalah Bogani Paloko dan masyarakat yang dipimpinnya,” urainya saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Selasa (29/3/2022).

Diketahui ada dua sebutan untuk simbol patriotisme di Bolmong itu.

Bogani untuk laki-laki dan Bigani untuk perempuan.

Dari bahasa ‘purba’ Mongondow, diartikan Bogani adalah manusia yang bisa menghilang.

“Artinya Bogani itu manusia yang bisa menghilang. mereka pun dipilih karena sifat dan sikap mokodotol atau patriotisme yang dimilikinya,” ucapnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved