Berita Manado
Sebanyak 45 Pegawai dan Warga Binaan Ikuti Donor Darah di Rutan Kelas IIA Manado
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan kegiatan donor darah.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan kegiatan donor darah.
Donor darah dipusatkan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Manado, Malendeng, Manado, Sulut.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulut Kusnali dan Kepala Rutan Kelas IIA Manado (Karutan) Yusep Antonius.
Beberapa unit pelaksana teknis (UPT) Kanwil Kemenkumham Sulut yang mengikuti kegiatan donor darah ini adalah Rutan Kelas IIA Manado, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas IIA Manado, dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas IA Manado.
Dari kegiatan tersebut, ada sekitar 45 pendonor darah.
"Total pendonor ada 45 orang, 21 pegawai di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sulut dan 24 warga binaan pemasyarakatan," jelas Kusnali, Kamis (24/3/2022).
Donor darah tersebut merupakan wujud aksi kemanusiaan dari Kanwil Kemenkumham Sulut.
Sebagai rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, nantinya seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kanwil Kemenkumham Sulut juga akan memberikan bantuan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar.
"Selain itu nanti kami juga akan bagi-bagi sembako untuk warga sekitar yang kurang mampu, terutama terdampak Covid-19," kata Yusep.
Tak hanya di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, donor darah sendiri juga dilakukan rutin oleh Rutan Kelas IIA Manado.
"Kami sudah bekerjasama dengan PMI Sulut, jadi setiap tiga bulan sekali PMI Sulut datang untuk menggelar donor darah dan diikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas di Rutan," terang Yusep.
Donor darah tersebut pun diperuntukkan bagi petugas dan warga binaan yang memang ingin mendonorkan darahnya, sehingga tidak ada paksaan.
Baca juga: Totosik Polres Tomohon Ringkus Pelaku Penikaman di Tumatangtang, Mengaku Takut Dipotong Korban
Baca juga: Kesaksian Warga Lihat Penemuan Mayat di Sungai Pakowa Manado, Keluarga Tolak Otopsi
Baca juga: Persiapan Panitia Penyelenggara Pemilihan Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM Sudah 75 Persen