Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Pukul 07.10 WIB, Seorang Perawat Tewas, Ambulans Kecepatan Tinggi Oleng Tabrak Truk
Terjadi kecelakaan maut di Jalan lintas Sumut tepatnya di Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara pada Rabu pagi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan lintas Sumut tepatnya di Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara pada Rabu pagi.
Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan mobil ambulans dan truk tronton.
Akibat kecelakaan tersebut seorang perawat meninggal dunia.
Baca juga: Gempa Guncang Jawa Barat Kamis 24 Maret 2022, Baru Saja Terjadi di Laut, Ini Lokasi dan Magnitudonya
Baca juga: Gempa Guncang Banten Kamis 24 Maret 2022, Baru Saja Terjadi di Laut, Ini Lokasi dan Magnitudonya
Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Ferry Irawan Pernah Divonis Hidup Tinggal 4 Bulan, Ternyata karena Ini
Foto : Seorang perawat tewas usai mobil ambulans dan truk tabrakan. (istimewa)
Mobil ambulans berlogo partai politik mengalami kecelakaan di jalan lintas Sumut tepatnya di Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara Rabu (23/3/2022)
Kecelakaan ini mengakibat satu perawat meninggal dunia.
Sementara dua lainnya mengalami luka luka.
Kejadian itu berlangsung pada Rabu (23/3/2022) pagi sekira pukul 07.10 WIB.
Saat itu mobil ambulans BK 1663 ZE yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba hilang kendali dan oleng.
Mobil kemudian menabrak truk tronton BK 9662 VM.
Mobil ambulans pun ringsek seketika dan membuat Ahmad Irfan (25), warga Torpisang Mata Bawah, Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu meninggal dunia.
Sedangkan pengemudi ambulans, Muhammad Nasir (45) warga Jalan Martinus Lubis, Kecamatan Rantau Utara dan seorang bidan Rini N. Nasution (25) warga Rantau Selatan mengalami luka ringan.
"Sebelumnya mobil ambulans BK 1663 ZE yang dikemudian M. Nasir bersama perawat dan bidang meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Medan menuju Kisaran," ujar Kasat Lantas Batubara, AKP Eridal Fitra.
Kata dia, peristiwa naas itu terjadi diduga karena kurang hati-hati yang membuat mobil ambulans kehilangan kendali sehingga oleng ke kanan.