Digital Activity
Pengalaman Messy Roemokoy Menjadi Aktivis di GPS dan Admin Medsos Top Sulut
Guna mempertajam kemampuannya, Messy Roemokoy memilih terjun ke dalan Gerakan Perempuan Sulut (GPS).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Guna mempertajam kemampuannya, Messy Roemokoy memilih terjun ke dalan Gerakan Perempuan Sulut (GPS).
Hal tersebut karena di GPS Messy bisa lebih mempertajam kemampuannya memediasi kasus.
Messy sendiri sudah banyak memediasi kasus kekerasan pada perempuan dan anak seperti human trafficking.
"Pengalaman pribai yang memotivasi untuk membantu orang lain, karena saya sendiri korban KDRT. Perempuan harus merasa berharga," ujar Messy dalam Program tribun Bakudapa: Peran Medsos dalam Kerja Advokasi, Kamis (17/3/2022).
Saat mengalami KDRT, Messy sendiri sempat berpikir bunuh diri karena putus asa.
Namun, Messy akhirnya mendapat jalan keluar. Ia yang tadinya tinggal di Jakarta, akhirnya memilih pulang ke Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
"Seiring berjalannya waktu, banyak teman-teman yang membantu," lanjut Messy.
Meski tidak mudah, di Manado akhirnya Messy memutuskan mengambil kuliah di bidang hukum agar ketika lulus bisa menjadi pengacara yang membela hak perempuan dan anak.
Selain menjadi aktivis di GPS, Messy juga menjadi admin media sosial Topik Sulut.
Di sana, ia belajar banyak hal.
"Banyak hal negatif yang diposting, tapi saya tetap ambil positifnya karena banyak sekali hal yang terjadi," tutur Messy.(*)
Baca juga: Pengakuan Atta Halilintar Soal Doni Salmanan, Suami Aurel Hermansyah Serahkan Tas Mewah
Baca juga: Mendag Tanggapi soal Minyak Goreng Langka karena Ada Mafia: Ini Sifat Manusia yang Rakus dan Jahat
Baca juga: Gempa 5,1 SR Guncang Darat Banten Jumat 18 Maret 2022, Ini Info BMKG Lokasinya