Nasional
Kisah Eks Muncikari Dolly Surabaya Masa Kini, Mami Bambang Sukses Jadi Bos Gym dan Batik
Kisah sosok Bambang Setyo, pria eks muncikari Dolly Surabaya. Kini sukses jadi bos Gym dan Batik.
Ia kemudian mencoba peruntungan untuk kembali menggeluti dunia prostitusi di luar kota Surabaya. Di antaranya membuka rumah bordil di wilayah Bali, Kalimantan dan Jawa Tengah.
Namun, bukan keuntungan yang didapat, Mami Bambang justru bangkrut dan menjual banyak asetnya untuk menghidupi bisnis prostitusi yang akhirnya gulung tikar.
“Saya ingat almarhum ibu saya. Sudah waktunya berhenti (bisnis prostitusi). Nanti kalau Tuhan berkehendak, sekali ditiup semuanya akan runtuh,” kata Bambang menirukan pesan ibunya, sembari berkaca-kaca.
Mami Bambang lalu kembali ke Surabaya, mendirikan sebuah usaha Bengkel yang juga tak kunjung menguntungkan.
Hingga pada 2015, ia kemudian menggunakan sebuah rumah yang tersisa dari usahanya di masa lalu, sebagai sebuah tempat fitness.
“Kebetulan anak angkat saya, ada yang suka gym. Lalu bilang, mami coba bikin gym saja. Akhirnya ya sudah, bismillah. Alhamdulillah sekarang sudah tujuh tahun berjalan, member saya sudah mencapai ribuan,” sebutnya.
Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Mami Bambang seolah ingin menebus kesalahan di masa lalu yang kelam. Ia membuka tempat fitness dengan mengedepankan konsep kekeluargaan dan kemanusiaan.
“Saya ingin memasyarakatkan olahraga gym ini. Saya kasih harga murah, cuma Rp 160 ribu. Itu pun kadang ada yang bayarnya telat. Saya tidak masalah.
Jangkauan saya menengah ke bawah, agar masyarakat di sini bisa sehat, bugar dan hasil akhirnya, bisa meningkatkan produktivitas karena kesehatan terjaga,” lanjutnya.
Selain berbisnis tempat fitness, Mami Bambang juga menggeluti dunia fashion. Ia memilih menjadi desainer batik dengan jangkauan kaum milenial. Beberapa desainnya juga sempat dipanggungkan dan berhasil menyabet tiga penghargaan di tiga event berbeda.
“Segmentasi saya milenial. Batik casual untuk milenial. Biar mereka punya kebanggaan pakai batik,” terangnya.
Kini, Mami Bambang hanya bisa berharap, lembar hitam yang telah ditutup berbuah manis di kemudian hari.
(Kisah Eks Muncikari Dolly Surabaya Masa Kini, Mami Bambang Sukses Jadi Bos Gym dan Batik. (Tribun Madura)
Penutupan Dolly pada 2014 juga berimbas pada warung kopi dan makanan milik Roro Dwi Prihatin Yuliastuti Sutanto (49).