Breaking News
Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Penjelasan Dinas Kesehatan Kota Bitung Terkait Isoman dan Peduli Lindungi

Setelah sempat meningkat tajam, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merangkak menurun

Christian Wayongkere/tribun manado
Dr Pitter Lumingkewas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Setelah sempat meningkat tajam, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merangkak menurun.

Dari data yang dihimpun, pada Minggu (27/2/2022) kemarin hanya 40 kasus aktif.

Jumlah itu jauh lebih rendah ketimbang pertambahan kasus sembuh sebanyak 108 orang, dan tidak ada kasus yang meningal.

Terhitung Minggu (27/2), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bitung 980 orang.

Meski tren berkurang mulai nampak, namun enam dari delapan Kecamatan di Kota Bitung masih berstatus zona merah.

Tak hanya enam kecamatan yang zona merah, ada 49 dari 69 Kelurahan di Kota Bitung menyandang status zona merah.

Banyaknya angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19, satu diantara penyebab belum di keluarga data orang yang telah selesai menjalani isolasi mandiri selama 10 hari pasca di nyatakan positif hasil pemeriksaan antigen dan PCR.

Terkait dengan itu Dr Pitter Lumingkewas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung jelaskan, berdasarkan informasi dan pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan tentang exit, jika ada yang kontak erat saat di entery atau pemeriksaan pertama hasilnya reaktif atau positif sudah selesai.

“Tapi jika hasilnya negarif, masih harus lakukan pemeriksaan lagi pada hari kelima. Kemudian yang positif di hari pertama dan kelima, harus isolasi selama 10 hari di rumah. Kecuali yang sakit sedang dan berat harus isolasi di rumah sakit,” jelas Pitter Lumingkewas, Senin (28/2/2022).

Sehingga mereka yang hasil pemeriksaan swab antigen maupun PCR positif, setelah melalui isolasi mandiri di rumah untuk yang tanpa gejala, tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan swab antigen maupun PCR.

Namun kondisi ini, akan bermasalah di aplikasi Peduli Lindungi yang mana hasilnya masih akan tercantum positif meskipun sudah isoman selama 10.

Karena aplikasi Peduli Lindungi masih mengharuskan swab PCR, dan hasilnya akan diinput petugas ke Peduli Lindungi.

“Dan nantinya akan bermasalah ketika kita akan melakukan perjalanan ke luar daerah, apalagi di bandara. Kalau hanya perjalanan dalam daerah tidak masalah,” kata dia.

Sehingga, pihak kemenkee sudah mengeluarkan regulasi untuk kondisi tersebut di aplikasi Peduli Lindungi jika pasien sudah selesai isoman selama 10 hari, keesokan harinya hari ke 11 langsung otomatis statusnya berubah menjadi negatif.

Tentang Bitung

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved