Virus Corona

AWAS! Perhatikan Tanda-tanda Gejala Terpapar Covid-19 Varian Omicron Meski Sudah Divaksin Lengkap

Beberapa ciri varian Omicron yang sudah diketahui saat ini adalah tingkat penularan tinggi, tapi tingkat keparahannya rendah.

pexels.com
Ilustrasi vaksin, AWAS! Perhatikan Tanda-tanda Gejala Terpapar Covid-19 Varian Omicron Meski Sudah Divaksin Lengkap 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini, Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang dilaporkan didominasi oleh varian Omicron.

Virus corona varian Omicron yang juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19. 

Beberapa ciri varian Omicron yang sudah diketahui saat ini adalah tingkat penularan tinggi, tapi tingkat keparahannya rendah.

Baca juga: Tanda-tanda Tubuh Sudah Terinfeksi Virus Corona Omicron, Kenali Gejala Ringan hingga Berat

Virus COVID-19 varian omicron memiliki karakteristik tingkat penularan yang sangat cepat jika dibandingkan dengan varian Alpha, Betha, dan Delta.

Namun, tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah.

Sehingga pasien yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman).

Melansir dari laman Kemenkes, varian Omicron berbeda dari Delta dalam segi gejala dan tingkat keparahannya.

Gelombang Delta memiliki tingkat keparahan yang tinggi, sementara gejala Omicron lebih ringan seperti pilek, batuk, sakit tenggorokan dan lain-lain.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan puncak gelombang Omicron di Indonesia diperkirakan terjadi di akhir Februari 2022.

Budi memprediksi jumlah kasus Omicron dipuncaknya akan bisa lebih besar 2-3 kali daripada puncak gelombang varian Delta.

Lalu, bagaimana mereka yang sudah divaksinasi lengkap? Apakah masih bisa terserang Omicron?

Menurut Ahli Epidemopogi AS, Profesor Timothy David Spector OBE FMedSci orang yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dua kali lebih rendah resikonya tertular varian Omicron.

Namun, bukan berarti sudah kebal terhadap varian Omicron. Profesor Timothy menyebut gejalanya akan lebih ringan dibanding mereka yang belum vaksin sama sekali.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved