Virus Corona
Efek Samping Setelah Disuntik Vaksin Booster Sinopharm
Inilah yang akan terjadi jika disuntik vaksin booster Covid-19 Sinopharm. Info dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah yang akan terjadi jika disuntik vaksin booster Covid-19 Sinopharm.
Info dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Nyeri di tempat suntikan, pembengkakan, dan kemerahan. Simak penjelasannya.
Baca juga: 6 Keistimewaan Menjalankan Puasa Rajab
Baca juga: Sudah Divaksin Tetap Saja Bisa Terinfeksi Covid 19 Omicron, Tapi Gejalanya Lebih Ringan
Baca juga: Doa Sambut Bulan Rajab, Bacaan Lengkap, Memohon Supaya Dipertemukan dengan Bulan Ramadhan

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 ke seorang anak di RPTRA Taman Mandala, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2022). ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))
Sudah dikeluarkan secara resmi oleh BPOM mengenai penggunaan darurat/Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Sinopharm sebagai vaksin booster.
Vaksin dengan nama SARS-Cov-2 Vaccine (Vero Cell), Inactivated, produksi Beijing Bio-Institute Biological, China atau dikenal sebagai vaksin Sinopharm ini telah didaftarkan PT Kimia Farma untuk penggunaan booster homolog pada usia dewasa 18 tahun atau lebih yang telah mendapatkan dosis primer lengkap sekurang-kurangnya 6 bulan.
Homolog, yaitu pemberian dosis lanjutan (booster) dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam keterangan tertulis melalui laman resmi BPOM, Rabu (2/2/2022).
"Sesuai persyaratan penggunaan darurat, Badan POM telah melakukan evaluasi terhadap aspek khasiat dan keamanan mengacu pada standar evaluasi vaksin Covid-19 untuk vaksin Sinopharm sebagai dosis booster homolog untuk dewasa 18 tahun ke atas," ujar Penny.
Efek Samping Vaksin Sinopharm
Berdasarkan aspek keamanan, penggunaan vaksin Sinopharm sebagai booster umumnya dapat ditoleransi dengan baik.

Ini Gejala Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 (Tribunnews)
Frekuensi, jenis, dan keparahan reaksi sampingan atau kejadian yang tidak diharapkan (KTD) setelah pemberian booster lebih rendah dibandingkan saat pemberian dosis primer.
Adapun KTD yang sering terjadi merupakan reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, pembengkakan, dan kemerahan serta reaksi sistemik seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot, dengan tingkat keparahan grade 1-2.
Dari aspek Imunogenisitas, peningkatan respons imun humoral untuk parameter pengukuran antibodi netralisasi dan anti IgG masing-masing sebesar 8,4 kali dan 8 kali lipat dibandingkan sebelum pemberian booster.