Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

SMK Negeri 2 Bitung Gelar Deklarasi Anti Bullying

Menyikapi dan mengantisipasi agar aksi seperti itu tidak terjadi lagi, SMKN 2 Bitung melaksanakan Deklarasi Perundungan atau Bullying.

christian wayongkere/tribun manado
Deklarasi anti bullying di SMKN 2 Bitung, ditanda dengan penandatanganan dan memasang hasil karya agen perubahan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bullying atau Perundungan, masih menjadi tren masa kini dikalangan anak sekolah.

Banyak kasus bullying hingga berujung ke tindak pidana penganiayaan dan lainnya, menyeret siswa perempuan.

Menyikapi dan mengantisipasi agar aksi seperti itu tidak terjadi lagi, SMKN 2 Bitung melaksanakan Deklarasi Perundungan atau Bullying.

Selain melaksanakan deklarasi anti perundungan atau Bullying, SMKN 2 Bitung telah memiliki dua orang guru dan 30 siswa sebagai agen perubahan.

Mereka sudah mengikuti Pendidikan dan pelatihan (Diklat), selama tiga bulan.

"Keberadaan mereka agen perubahan, akan berdampak baik agar siswa menjadi hebat dan tangguh. Lewat agen perubahan bisa akan lahir agen lainnya, dan bersama membuat tidak ada lagi bullying di sekolah," kata Meryati Taengetan Kepala Satuan Pendidikan (KSP) SMKN 2 Bitung disela pelaksanaan deklarasi, Senin (24/1/2022).

Menurut Zulkifly jurusan teknik permesinan, SMKN 2 Bitung, merasa bangga dan senang bisa menjadi satu diantara puluhan siswa yng menjadi agen perubahan.

"Menjadi satu tanggung jawab besar buat kami, membawa satu perubahan di sekolah menghentikan tindakan perundungan," kata Zulkifly.

Menurutnya, butuh kerjasama semua elemen untuk memutus rantai tindak bullying kepada rekan sejawatnya di sekolah.

Dia mencontohkan, perundungan atau bullying yang kerap terjadi di sekolah adalah aksi palak, kekerasan dan lainnya.

Femmy Mamahit kepala cabang pembantu dinas (kacapdin) Pendidikan Minut Bitung, berpendapat agen perubahan menjadi contoh dan membuat aksi perundungan tidak terjadi di lingkungan sekolah.

"Kekerasan di lingkungan sekolah baik secara fisik, buat teman kecewa, intimidasi ke sesama siswa dan tindakan yang bisa merusak mental," kata Femmy Mamahit.

Lanjut Femmy Mamahit, berteman bukan berarti saling tunjukkan fisik, karena tindakan bullying sudah bukan zamananya ada kekerasan di sekolah.

Para siswa harus ciptakan hubungan baik, dengan sesama teman yang lain dimanapun berada.

Menurutnya, aksi bullying juga marak terjadi di luar lingkungan sekolah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved