Sidak Pungli di Bitung

Warga Ini Dimintakan Uang Rp 1 Juta untuk Urus Dokumen, Tim Saber Pungli Sidak Disdukcapil Bitung

Inilah keterangan dari Sisilia Buni seorang warga di Kota Bitung, korban dugaan percaloan dan pungutan liar (pungli)

christian wayongkere/tribun manado
Tim saber pungli mendatangi kantor Disdukcapil kota Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Inilah keterangan dari Sisilia Buni seorang warga di Kota Bitung, korban dugaan percaloan dan pungutan liar (pungli) ketika mengurus KTP dan kartu keluarga (KK).

Sisia Buni menyetorkan uang senilai Rp 1 juta, kepada oknum perempuan berinisial S melalui seorang perempuan yang mempertemukannya dengan si oknum calo.

"Waktu itu ada calo minta Rp 1 juta, supaya bisa mengeluarkan kartu keluarga dan KTP untuk kepentingan urus surat pindah. Rabu pekan lalu berikan uangnya, da hari Kamis besoknya dia kirim kartu keluarga di WA," cerita Sisilia Buni, Selasa (18/1/2022).

Sisilia Buni usia 28, merupakan warga pindahan dari Jailolo ke Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung.

Setelah mengirim uang dan mendapat KK di WA, perempuan yang keseharian berprofesi mengurus rumah tangga bakal melanjutkan pengurusan perekaman KTP hari Senin kemarin.

Dengan membebankan uang Rp 200 ribu.

Lalu saat di hubungi si calo banyak alasan sampai nomor hape tidak aktif.

Kartu keluarga yang sempat di kirim ke WA, lalu saat di cek kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah terhapus.

"Mengurus KTP dan KK, untuk keperluang memeriksakan kandungan di Puskesmas dan keperluan membuat BPJS Kesehatan.

Dan persyaratannya harus ada KTP dan KK," jelas perempuan yang kini tengah mengandung dalam usia tujuh bulan.

Dia masih ingat uang Rp 1 juta yang diserahkan Rabu pekan lalu, diserahkan didepan kantor walikota atau didepan lapangan maesa.

Uang tersebut adalah tabungan, untuk keperluan membeli pakaian bayi ketika melahirkan dan kebutuhan lainnya.

Sosok calo berimisial S tak pernah bertemua dengannya, hanya sering ketemu dengan perantara perempuan bernama M.

Perempuan M yang perkenalkannya dengan calo S, saat ini keberadaan sudah tidak terlacak karena nomor hape tidak aktif.(crz)

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved