Breaking News:

Sosok Tokoh

Sosok Mayjen Untung Budiharto, Mantan Tim Mawar Dibentuk Prabowo, Kini Dilantik Jadi Pangdam Jaya

Tim Mawar adalah tim kecil yang dibuat oleh Kopassus Grup IV pada 1998.  Tim Mawar ini merupakan dalang dari operasi penculikan para aktivis politik p

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews.com
Mayjen TNI Untung Budiharto 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Mayjen TNI Untung Budiharto, mantan anggota Tim Mawar Kopassus yang dibentuk Prabowo Subianto.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pangdam Jaya dari Mayjen TNI Mulyo Aji kepada Mayjen Untung Budiharto di Mabesad Jakarta.

Mayjen Untung Budiharto sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI sejak 2021. 

Diketahui, Tim Mawar adalah tim kecil yang dibuat oleh Kopassus Grup IV pada 1998.  Tim Mawar ini merupakan dalang dari operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi tahun 1998.

Tim Mawar terbentuk lantaran peristiwa saat itu para preman didukung tentara merampas kantor dan menyerang simpatisan yang mendukung Megawati di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Kejadian ini kemudian membuat Prabowo Subianto saat itu dirinya berpangkat Mayor Jenderal dan menjabat Danjen Kopassus menugaskan secara khusus kepada Mayor Bambang Kristiono, Komandan Batalyon 42.

Ia diminta untuk menjabat sebagai Komandan Satgas Merpati.

Tugas tim ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kegiatan-kegiatan radikal.

Peristiwa penculikan ini dipastikan berlangsung dalam tiga tahap: Menjelang pemilu Mei 1997, dalam waktu dua bulan menjelang sidang MPR bulan Maret, sembilan di antara mereka yang diculik selama periode kedua dilepas dari kurungan dan muncul kembali.

Para aktivis ada yang dilepaskan setelah diculik, namun ada juga yang masih hingga saat ini, termasuk Wiji Thukul.

Sembilan aktivis yang dilepaskan adalah Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Faisol Reza, Rahardjo Walujo Djati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, Mugianto, Andi Arief.

Dan terdapat 13 aktivis yang masih hilang dan belum kembali, mereka adalah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Wiji Thukul, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Mundandar Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, Abdun Nasser. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved