Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Grace Karundeng

Penyebab Kematian Grace Karundeng Mahasiswi yang Tewas di Ontario Kanada, Tunggu Penyelidikan Polisi

Penyebab meninggalnya Grace Karundeng (18), mahasiswi cantik asal Minahasa Utara yang ditemukan tewas di Basement, Richmond Hill, Ontario Kanada,

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Arthur Rompis/Tribunmanado
Pelayat menghibur orangtua Grace Karundeng 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penyebab meninggalnya Grace Karundeng (18), mahasiswi cantik asal Minahasa Utara yang ditemukan tewas di Basement, Richmond Hill, Ontario Kanada, masih misterius.

Pihak keluarga mengaku belum mengetahui penyebab kematian Grace.

"Kami belum tahu penyebabnya," kata Tessie Karundeng, ibunda dari Grace Karundeng (18).

Ia tak mau berspekulasi dengan penyebab kematian putrinya. Ia menyerahkan pada aparat berwajib.

"Kami terus berkonsultasi dengan pihak konsulat," katanya.

Tessie ingin jenazah anaknya dibawa ke Indonesia. Proses pemulangan sedang diupayakan.

"Bisa tiga hingga tujuh hari," katanya.

Dia mengaku sangat terpukul dengan peristiwa kematian putrinya.

"Sebagai orang tua saya sangat terpukul. Ini pergumulan yang sangat berat untuk kami lalui, saya berdoa agar Tuhan kuatkan kami," kata dia sambil meneteskan air mata Minggu (9/1/2022) di rumah duka Kelurahan Airmadidi, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, provinsi Sulawesi Utara.

Sebut dia, Grace adalah adalah yang sangat baik.

Ia penurut serta sangat kreatif. "Dia membuat sebuah video jurnalisme berbagai bangsa. Ia menyampaikan narasi berbagai bahasa dengan pakaian dari bangsa itu," katanya.

Ia mengatakan, Grace belajar ke luar negeri karena terobsesi kakaknya yang belajar di sana.

Ia mengambil kuliah manajemen dan baru satu semester. "Rencananya ia segera ujian semester," katanya.

Kepergian Grace, sebut dia, membawa duka, bukan hanya bagi keluarga tapi juga warga. Ia bercerita, para pemuda di dua gereja meneteskan airmata kala mengetahui Grace meninggal.

"Warga dan pemuda sekitar berbondong bondong membuat sabuah," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved