Berita Bitung
Polisi Pasang Tanda Larangan di Jalan Putus Dekat Perusahan Tambang Emas
Kondisi jalan yang menghubungkan wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, tepatnya dari Kelurahan Pinasungkulan.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pasca musibah tanah longsor, ruas jalan Nasional Girian Likupang di Kayuwale, Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, belum bisa dilalui kendaraan, Rabu (5/1/2022).
Informasi yang disampaikan, satlantas Polres Bitung pihaknya melakukan survey ke lokasi titik longsor.
Kondisi jalan yang menghubungkan wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, tepatnya dari Kelurahan Pinasungkulan ke Rondor Desa Pinenek Kelurahan Likupang Timur putus dan ambruk ke bagian bawah.
"Kami melakukan rekayasa arus Lalulintas di Jalan Bitung - Likupang Lingkar Tambang PT. MSM/TTN.
Dan melakukan penempatan personel dilakukan pengalihan arus lalin di jalan alternatif," tutur AKP Awaludin Puhi Kasatlantas Polres Bitung, Rabu (5/1/2022) sore.
Di lokasi jalan putus akibat tanah longsor, pihaknya bersama security PT Maeres Soputan Mining (MSM) Tambang Tondano Nusajaya (TTN), serta balai jalan Nasional.
Melakukan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, berisi informasi dilarang masuk bahaya longsor dan arah ke Girian dan Batuputih, lewat jalan alternatif.
Akibat tanah longsor, jalaan trans Girian Kota Bitung Bitung ke Likupang Minut terputus sepanjang sekitar 150 meter, lebar jalan sekitar delapan meter, kedalaman sekitar 100 meter.
Dan ada dua tiang listrik yang roboh serta kabel listrik terlepas.
Dari penelurusan awal, penyebab terjadinya tanah longsor diduga karena struktur tanah yang kurang kuat.
Kemudian, curah hujan yang terus menerus terjadi di wilayah kota Bitung khususnya Kelurahan Pinasungkulan.
Serta jalan tersebut berada dekat dengan lokasi pertambangan bahkan matrial tanah yang longsor masuk ke area tambang.
"Pemasangan Rambu Rambu lalu lintas seperti papan petunjuk arah, papan larangan, serta papan imbauan dilakukan pengalihan arus lalu lintas baik dari arah Bitung-Likupang & sebaliknya, menggunakan jalur alternatif sementara, Guna untuk menghubungkan akses jalur lalulintas," jelas Kasatlantas.
Lokasi jalan trans Girian Likupang, berada tak jauh dari lokasi penggalian tambang emas PT Meares Soputan Mining (MSM), Tambang Tondano Nusajaya (TTN) ambruk ke bawah, dan menutup aliran sungai Areran atau Rinondoran.
Dari amatan Tribunmanado.co.id sore tadi nampak pihak perusahan tambang emas ternama di Provinsi Sulut ini menyiapkan jalan alternatif.
Jalan alternatif itu sudah berada di areal tambang, tepatnya di galian atau pit Alaskar.
Tribunmanado.co.id, yang melintas di arahkan oleh petugas security PT MSM/TTN untuk melalui jalan alternatif tidak boleh ke arah jalan yang longsor.
Jalan yang dilalui tidak seperti jalan aspal yang lonsor, nampak seperti material semen yang basah sehingga muncul percikan hingga menempel di bagian kendaraan yang melinatas.
Nampak, sejumlah motor harus perlahan ketika melintas karena kondisi jalan agak licin, tidak rata dan ada gundungan material seperti semen.
Jalan alternatif ini kini menjadi jalan untuk dilalui dari Kelurahan Pinasungkulan dan sekitarnya, ke arah Desa Pinenek Kecamatan Likupan Timur, Kabupaten Minahasa Utara.
“Tiba-tiba kami terkejut melihat jalan itu sudah longsor,” ujar seorang warga lingkungan II Kelurahan Pinasungkulan.
Menurut warga yang keseharian melintas di jalan yang longsor, pihaknya melihat selain jalan yang ambruk ke bagian bawah, sejumlah tiang listrik juga roboh dan patah.
Sebelum jalan itu ambruk, sudah nampak adanya retak, patahanan hingga pergeseran atau penurunan tanah dibadan jalan sekitar 2 meter dan sempat tidak bisa dilalui kendaraan.
Pasca musibah ini, pihak perusahan PT MSM / TTN langsung bergegas menyediakan jalan alternatif yang berlangsung sampai hari ini.
Pihak perusahan PT MSM/TTN yang di komandani David Sompie Presiden Direktur, melalui Herry Inyo Rumondor Deputy external relation bilang, sampai saat ini pihak terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kota Bitung dan pihak terkait untuk penanganan kedepan.
“Saat ini perusahaan fokus pada penanganan akses jalan agar tidak menghambat aktifitas masyarakat.
Akses jalan dimaksud adalah pengalihan jalan ke area yang sudah dibebaskan PT TTN tidak jauh dari jalan utama yang terputus,” jelas Herry Inyo Rumondor lewat sambungan WA, Selasa (4/1/2022) sore.
Menurutnhya, koordinasi cepat dengan pemerintah kota Bitung sehingga dapat antisipasi sehingga tidak adanya korban jiwa.
Pihaknya juga terus melakukan monitoring kondisi Pit atau galian emas, yang berada tak jauh dari lokasi yang longsor melalui data radar yang terpasang.
Tak hanya masyarakat umum yang terdampak dari longsor, mengakibatkan akses jalan trans Girian Likupang putus, pihaknya juga mengaku menjadi menerima getahnya.
Dimana material longsor seperti tanah dan aspal, menutupi badan sungai dan meluap masuk ke lokasi gilian emas.
Kondisi ini diperparah dengan dampak dari intensitas hujan, deras dan berkepanjangan.
Tentang Bitung
Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.
Jarak dari Bitung ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.
Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.
Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km⊃2; dan sebaran penduduk 730 jiwa/km⊃2;.
Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (crz)
• Setelah 2 Bulan Olivia Nathania Ditahan, Begini Perkembangan Kasus CPNS Fiktif Anak Nia Daniaty
• Sosok Mantan Finalis Masterchef Etiqah Sulong yang Membunuh Pembantu dari Indonesia
• Terungkap Sosok Tatan Rustandi, Tersangka yang Unggah Video Hoaks Ceramah Bahar Bin Smith di Bandung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ruas-jalan-nasional-girian-likupang-di-kayuwale-kelurahan-pinasungkulan098.jpg)