Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Tak Banyak yang Tahu Inilah yang Akan Terjadi Jika Otak Terus Bekerja

Perhatikan kesehatan saat bekerja. Simak info kesehatan berikut ini. Penting untuk pekerjaan anda kedepannnya. Berhubungan dengan kerja otak. 

kompas.com
Ilustrasi otak bekerja 

Di sisi lain, stres karena pekerjaan juga dapat memengaruhi cara pekerja bertindak di luar aktivitas pekerjaannya.

Hal ini diakui oleh seorang ahli pekerja sosial dan psikoterapis berlisensi di Forward in Heels, Lily Ostler.

Ia sering mendengar keluhan dari para klien yang merasa stres bekerja merambat ke dalam kehidupan pribadi mereka.

"Pasti ada dampak pada persahabatan, hubungan romantis, hubungan keluarga, dan banyak emosi negatif seperti frustrasi dan kekecewaan," kata Ostler.

Penyebab Stres

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang frustasi dan stres karena beban pekerjaan yang berlebihan.

Alih-alih bisa lebih rileks ketika di rumah, mereka justru merasa beban pekerjaan selama WFH menjadi lebih berat daripada di kantor.

Pasalnya, tugas yang dikirimkan melalui email sangatlah banyak dan harus diselesaikan dalam waktu yang mepet.

Karena hal ini, tak mengherankan jika ritme kerja selama pandemi membuat fisik lelah, otak terus bekerja, dan orang-orang tidak memiliki waktu untuk beristirahat.

Beberapa orang yang menyadari risiko kesehatan dari beban pekerjaan yang berlebihan lantas menggaungkan pentingnya work life balance.

Prinsip hidup ini mengajak orang-orang untuk menyeimbangkan dan membatasi waktu pekerjaan dengan kehidupan pribadi.

Namun, work life balance nampaknya tidak efektif bagi mereka yang pekerjaannya dituntut melahirkan gagasan dan kreativitas setiap waktu.

Pasalnya, setiap kali memeriksa email atau menanggapi tugas kerja setelah jam kantor, beberapa orang bisa mengalami stres yang tidak seharusya terjadi.

Sebuah studi pada tahun 2016 yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Lehigh, Virginia Tech, dan Universitas Negeri Colorado pernah meneliti dampak tertentu dari email sebagai pemicu stres kerja.

Para peneliti mendapati temuan bahwa email pekerjaan menghambat kemampuan karyawan untuk memulihkan diri di luar pekerjaan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved