Breaking News:

Berita Sitaro

Kawah Utara Gunung Karangetang di Sitaro Tunjukan Aktivitas Menonjol, Ini Keterangan Pengamat

Gunung Api Karangetang yang terletak di Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masih berstatus level II waspada

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Ist/Dokumentasi Pos PGA Karangetang
Aktivitas kawah utara Gunung Api Karangetang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Hingga saat ini, Gunung Api Karangetang yang terletak di Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masih berstatus level II waspada.

Meski demikian, di awal pekan ini teramati adanya aktivitas menonjol yang terjadi pada salah satu kawah dari gunung yang berketinggian 1784 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut.

“Gunung Karangetang memiliki dua puncak kawah, yakni selatan dan utara. Kegiatan menonjol ada di kawah utara sering terjadi hembusan asap kelabu tipis sampai sedang,” ungkap Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Yudi Tatipang.

Bahkan pada malam hari, Tatipang menyebut kerap teramati adanya sinar api dari seputaran kawah gunung bagian utara tersebut.

“Kondisi ini perlu diwaspadai oleh kita semua, khususnya yang melintas di Sungai Sumpihi, Hiung, Kiawang, Batuare, Batukole dan Sabuang saat terjadi hujan lebat,” kata Tatipang.

Menurutnya, kondisi hujan lebat dapat memicu letusan freomagnetik atau penguapan yang bisa membongkar kuba lava di puncak gunung sehingga berpotnesi menimbulkan awan panas guguran.

“Hal inilah yang patut diwaspadai oleh kita semua, apalagi saat ini hujan deras selalu mengguyur wilayah Siau, khususnya daerah atau kawasan puncak gunung,” jelas Tatipang.

Berdasarkan laporan harian periode pengamatan 29 Desember 2021, pukul 00.00 Wita sampai 24.00 Wita tercatat kondisi visual gunung jelas dengan kabut 0-II hingga kabut 0-III.

Selain itu, terlihat pula adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 150 meter di atas puncak serta asap kawah dua putih tipis kurang lebih 25 meter.

Untuk aktivitas kegempaan teramati adanya Hembusan sebanyak 12 kali dengan amplitudo 3-11 mm berdurasi 20-35 detik, Vulkanik Dangkal 1 kali dengan amplitudo 3 mm durasi 4 detik serta Tektonik Jauh berjumlah 7 kali dengan amplitudo 12-70 mm, S-P 15-17 detik durasi 75-110 detik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved