Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Misteri Mengerikan Penemuan Gudang Berisi 10 Ton Mayat Manusia Termutilasi, Agen FBI Buka Suara

Tak tanggung-tanggung total mayat manusia yang ditemukan FBI dalam gudang seluas 836 meter persegi itu beratnya mencapai 10 ton!

unilad.co.uk
10 Ton Mayat Manusia yang Termutilasi Ditemukan Membeku dalam Gudang Seluas 836 Meter 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru-baru ini dunia dibuat geger dengan penemuan gudang berisikan mayat manusia.

Mayat-mayat tersebut ternyata sudah termutilasi.

Terungkapnya misteri mengerikan di balik penemuan gudang berisi mayat manusia tersebut lantas menggegerkan publik Amerika Serikat.

Sebanyak 10 ton mayat manusia yang termutilasi ditemukan sudah dalam keadaan membeku di gudang seluas 836 meter.

FBI berhasil mengamankan puluhan karung potongan tubuh manusia dari sebuah gudang di Arizona, Amerika Serikat.

Data Menunjukan Indonesia Rajai Status Pengimpor Bawang Putih Terbesar di Dunia

Tak tanggung-tanggung total mayat manusia yang ditemukan FBI dalam gudang seluas 836 meter persegi itu beratnya mencapai 10 ton!

Diduga kuat potongan tubuh yang ditemukan itu digunakan untuk diperdagangkan mayat secara ilegal.

Di waktu setempat AS pada 2014 menemukan 10 ton jenazah manusia di Arizona Bioresources Center (BRC) ketika menyelidiki transaksi mayat ilegal.

Hingga 23 Juli tahun ini, stasiun TV KTVK di Arizona melaporkan bahwa rincian di atas baru terungkap 5 tahun kerena kesaksian agen FBI.

Reuters mengatakan, FBI telah menggerebek gudang seluas 836 meter persegi, di Arizona Bioresource Cebter (BRC) dan menemukan 10 ton mayat beku.

Semuanya dipotong-potong, termasuk ada 281 kepala, 241 kaki, dan 97 tulang.

Agen FBI Mark Cwynar mengatakan ada beberapa adegan mengganggu yang dilihatnya :

"Beberapa kepala yang terinfeksi."

"Kepala, lengan dan kaki yang terhubung."

"Pendingin yang berisiki kelamin pria."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved