Sejarah
Menengok Gambaran Perempuan di Zaman Majapahit Beserta Mode Pakaian Mereka
Penggambaran terhadap perempuan pada pahatan di relief candi Majapahit berbeda dari masa kerajaan-kerajaan sebelumnya.
Meski demikian, Wina menguraikan, arca bukanlah gambaran realitas atau cerita masyarakat masa itu, sebab pembuatnya harus mendalami agama dengan "pakem-pakem khusus" yang ada pada kitab seperti Silpasastra.
Maka, patung seperti perempuan yang ditampilkan dengan dada terbuka sebenarnya hanyalah orang-orang khusus, seperti dewa-dewi atau raja dan ratu.
Arca Dewi Parvati, wujud raja perempuan pertama Majapahit bernama Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Penggambaran dalam tokoh arca pun dibentuk lewat pemahaman lain dengan halo, riasan berlebih, termasuk busana perempuan yang dadanya terlihat.
Salah satu contohnya adalah ratu Majapahit Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Perempuan pada masa Majapahit tidak hanya berperan di ranah domestik.
Mereka muncul di berbagai ranah sosial, menjadi ratu, dan menjadi sosok yang dihormati, tidak seperti pandangan konco wingking yang belakangan muncul di kebudayaan Jawa modern.
Hal itu dijabarkan oleh arkeolog Titi Surti Nastiti kepada National Geographic Indonesia tahun 2020.
Wina juga sepakat, bahkan berdasarkan catatan-catatan yang ditemuinya, perempuan Majapahit pun diketahui menjadi pendeta dan pedagang yang membuatnya berdaya.
Namun belum diketahui apakah pemahat arca dan relief dilakukan oleh perempuan karena buktinya masih minim.
• Wabup Moktar Parapaga Resmikan Gedung Germita Jemaat Imanuel Kiama Talaud
• Gubernur Olly Dondokambey Keluarkan Edaran Antisipasi Covid-19 di Natal-Tahun Baru, Ini Aturannya
• Aksi Heroik Seorang Ibu Selamatkan Anaknya yang Diseret Macan Tutul, Berduel Satu Lawan Satu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bentuk-batu-dengan-relief-perempuan-duduk.jpg)