Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Menengok Gambaran Perempuan di Zaman Majapahit Beserta Mode Pakaian Mereka

Penggambaran terhadap perempuan pada pahatan di relief candi Majapahit berbeda dari masa kerajaan-kerajaan sebelumnya.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
suryamalang.com/Samsul Hadi
Bentuk batu dengan relief perempuan duduk yang ditemukan warga di sekitar penemuan arca kepala kala di ladang jagung Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jumat (6/9/2019). 

"Nah yang menarik antara masa klasik tua—yang di Borobudur tadi yang di Jawa Tengah—dengan seni ada di Jawa Timur itu berbeda.

Jadi kalau misalnya kalau di Jawa Tengah itu begitu natural seperti makhluk hidup sesungguhnya, tetapi kalau di Jawa Timur penggambaran manusianya itu lebih kaku, lebih menyerupai bentuk-bentuk wayang," lanjutnya.

"Tetapi secara karakternya sebenarnya lebih natural bagaimana dia menggambarkan busana, rambut, itu seperti sebenarnya.

Nah yang menarik di sini kalau membandingkan di antara kedua periode tadi, berdasarkan yang kami kerjakan itu figur perempuan itu [pada peninggalan klasik muda] tampak lebih muncul."

Sebelumnya pada masa klasik tua, perempuan cenderung tidak begitu digambarkan, kecuali sebagai ratu, pengiring, atau rakyat biasa.

Sementara, perempuan menjadi pusat atau tokoh utama cerita, bahkan lebih bebas berekspresi dalam hal busana dan gaya rambut, ada pada masa klasik muda yang dapat kita temukan di relief Candi Panataran.

Secara pakaian, wanita pada masa klasik tua digambarkan menampilkan payudaranya.

Kemben atau kain yang menutup dada hingga kaki baru dikenakan pada masa Majapahit, walau tak sedikit juga sebenarnya sosok-sosok yang digambarkan masih menampilkan payudaranya.

Walau Islam muncul dengan ajaran menutup aurat seperti payudara, bukan berarti kemben ada karena dampak itu.

Kemben muncul sejak awal Majapahit dan dinilai sebagai gaya berpakaian yang lebih varatif.

Gaya berpakaian lainnya yang muncul berdasarkan pengamatan Wina ada pada penggunaan selendang yang berada di sebelah kiri, memakai surban, rambut yang terurai panjang, hiasan, atau lebih variasi dalam mengekspresikan dirinya. 

Berbeda dengan di Jawa Tengah yang cenderung menampilka perempuan secara seragam.

 "Seperti tahun 90-an, orang menggunakan celana cutbray, itu kan sesuatu fashion yang berkembang.

Mungkin ketika itu [di Majapahit] perempuan-perempuannya itu menggunakan selendang di sebelah kiri itu bisa jadi karena tren, tapi alasan detailnya kita belum tahu kenapa," jelasnya.

Hal lainnya yang menggambarkan sosok wanita adalah pada arca.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved