Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Menengok Gambaran Perempuan di Zaman Majapahit Beserta Mode Pakaian Mereka

Penggambaran terhadap perempuan pada pahatan di relief candi Majapahit berbeda dari masa kerajaan-kerajaan sebelumnya.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
suryamalang.com/Samsul Hadi
Bentuk batu dengan relief perempuan duduk yang ditemukan warga di sekitar penemuan arca kepala kala di ladang jagung Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Peneliti periode Hindu-Buddha di Puslit ARKENAS Atina Winaya mencoba mencari tahu bentuk dan keterlibatan perempuan di masa Majapahit.

Lewat makalah yang dipublikasikan di SAAA Journal, Juni lalu, dia mencoba melihat dari berbagai peninggalan seperti arca, relief, dan figurin terakota (patung kecil yang terbuat dari tanah liat).

"Jadi, menarik sekali karena kita bisa melihat tatanan rambutnya atau bagaimana cara dia berpakaian, itu bisa kita lihat dari figurin dan relief," kata Atina Winaya yang akrab disapa Wina dikutip National Geographic Indonesia, Kamis (09/12/2021).

Menurutnya, penggambaran terhadap perempuan pada pahatan di relief candi Majapahit berbeda dari masa kerajaan-kerajaan sebelumnya.

Sebagaimana yang Sri Tanjung digambarkan, dia adalah sosok perempuan yang digambarkan ideal pada masa Majapahit yang dituangkan dalam naskah sastra.

Sosoknya digambarkan lewat majas dan ditulis secara sastrawi.

Naskah Sri Tanjung juga menggambarkan sosok ini seolah memiliki payudara yang lebih besar dari kelapa, pahanya seperti daun lontar yang dihaluskan, dan kakinya seperti rusa.

Walau legenda ini muncul berdasarkan cerita rakyat Banyuwangi masa Majapahit, masih belum jelas bagaimana fisik perempuan dan bagaimana peran mereka di lingkungan sosial senyatanya.

Sri Tanjung dalam karya sastra digambarkan sebagai berikut:

"Dia memiliki mata yang indah seperti mata rusa dengan warna kemerahan di sudutnya.

Wajahnya seperti bulan purnama. Hidungnya indah dan menarik.

Tiga lingkaran mengelilingi pusarnya. Suaranya sebagus lagu. Kulitnya lembut dan halus seperti kelopak sirsak yang mekar. Wajahnya berseri-seri bagai bunga cempaka.

Langkahnya seperti angsa. Aroma tubuhnya bagai teratai, dan warnanya kesukaannya adalah putih."

Majapahit dalam arkeologi Indonesia, berasal dari masa klasik muda, dimana kerajaan berkuasa berasal dari Jawa bagian timur.

Sementara masa klasik tua adalah masa kerajaan yang sebelumnya berjaya dan berkuasa di Jawa Tengah. Peninggalan dalam relief seperti Candi Borbudur dan Prambanan menggambarkan kehidupan sosial masa itu.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved