Apa Itu

Apa Itu Kebiri? Bukan Hukuman Tetapi Pengobatan, Bisa Memberi Efek Jera Pada Pelaku

Kebiri sudah dikenal sejak lama seperti tersebut dalam sejarah kerajaan di negeri China dan kerajaan di Nusantara di masa lalu.

net
Ilustrasi Kebiri Kimiawi, Apa Itu Kebiri? Bukan Hukuman Tetapi Pengobatan, Bisa Memberi Efek Jera Pada Pelaku 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa itu Kebiri?

Publik tanah air dihebohkan dengan kasus perkosaan 12 santriwati oleh guru sekaligus pengelola pesantren di Bandung, Jawa Barat.

Pelaku pemerkosaan, Herry Wirawan, kini sudah berstatus terdakwa dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Kasus rudapaksa dan kekerasan seksual pada anak-anak di Indonesia semakin meningkat.

Larangan Cuti Selama Nataru di Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 Dihapus, Apakah ASN Bisa Cuti?

Pemerintah Indonesia mulai melirik hukuman yang sudah diterapkan di negara-negara lain, yakni kebiri.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Lantas Apa itu Kebiri?

Mengutip KBBI, kebiri adalah tindakan menghilangkan kelenjar testis pada jantan atau ovarium pada betina (menjadikan mandul).

Dikutip dari laman Farmasi UGM, kebiri adalah upaya menurunkan dorongan seksual yang biasanya dilakukan untuk pelaku kekerasan seksual dengan cara menurunkan kadar hormone androgen, yaitu testosterone (T) pada pria.

Testosteron adalah hormone utama yang diperlukan untuk libido/hasrat seksual dan fungsi seksual (sexual behavior).

Kebiri sudah dikenal sejak lama seperti tersebut dalam sejarah kerajaan di negeri China dan kerajaan di Nusantara di masa lalu.

Denmark adalah negara pertama yang menerapkan hukuman kebiri fisik (bedah) pada tahun 1929, kemudian menerapkan kebiri kimia pada tahun 1973.

Mengutip PP 70 Tahun 2020, peraturan kebiri ini dibuat untuk mengatasi kekerasan seksual terhadap anak, memberi efek jera terhadap pelaku, dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.

Pada pasal 1 ayat (2) dijelaskan, Tindakan Kebiri Kimia adalah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain, yang dilakukan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, sehingga menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, untuk menekan hasrat seksual berlebih, yang disertai rehabilitasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved