Virus Corona
Hasil Penelitian Terbaru Tentang Omicron, Varian Baru Covid 19 Ini Lebih Cepat 4 Kali Lipat, Waspada
Sudah ada hasil penelitian terbaru tentang Omicron, varian baru virus corona atau covid 19 yang disebut lebih berbahaya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah ada hasil penelitian terbaru tentang Omicron, varian baru virus corona atau covid 19 yang disebut lebih berbahaya.
Hasil penelitian menyebut bahwa penyebaran Omicron sangat cepat dan kekuatannya 4 kali lipat dari Delta.
Hal itu berdasarkan penelitian sekelompok tim peneliti Jepang dipimpin Profesor Hiroshi Nishiura dari Universitas Kyoto dan lain-lain.
Baca juga: Daftar 24 Negara yang Sudah Laporkan Varian Omicron, Ada Arab Saudi, Terbaru Amerika Serikat
Baca juga: Sosok Koptu Mesman TNI yang Usir Ibu Mertua Kaki Buntung, Kini Sujud-sujud Minta Maaf Usai Viral
Baca juga: Waspada, Covid-19 Varian Omicron Diduga Sudah Masuk dan Menyebar di Indonesia
Berikut hasil penelitian terbaru tentang varian baru virus corona atau covid 19 Omicron.
Peneliti telah merangkum hasil analisis bahwa virus mutan baru strain Omicron mudah menginfeksi kembali, bahkan kepada mereka yang telah divaksinasi atau terinfeksi di masa lalu.
"Penyebaran Omicron sangat cepat dan kekuatannya 4 kali lipat dari Delta serta kekebalan tubuh yang telah divaksin pun turun menjadi 20 persen," ungkap Profesor Hiroshi Nishiura, Rabu (8/12/2021).
Kelompok Profesor Nishiura telah memposting momentum perluasan strain Omicron di situs web yang mendaftarkan informasi genetik virus corona baru, berdasarkan lebih dari 200 data yang dilaporkan dari Afrika Selatan dari pertengahan September hingga akhir November 2021.
Menurut laporan yang dikeluarkan pada pertemuan ahli Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada tanggal 8 Desember, angka reproduksi efektif yang menunjukkan berapa banyak orang yang menyebarkan infeksi adalah dengan kekuatan 4,2 kali lipat dari strain Delta, terutama di Gauteng di mana strain Omicron tersebar luas.
"Artinya meskipun bias data dikoreksi, setidaknya dua kali lipat," ujarnya.
Nilai ini merupakan perbandingan dari strain Delta yang menurun dan strain Omicron yang meningkat pesat, dan dikatakan bahwa infektivitas dari strain Omicron itu sendiri belum diketahui.
Namun mereka yang telah divaksinasi di Afrika Selatan dan di masa lalu telah dianalisa berdasarkan proporsi orang yang terinfeksi.
Ternyata efek kekebalan terhadap pencegahan infeksi terhadap strain Omicron hanya sekitar 20 persen, dan berkembang pesat karena infeksi ulang yang melewati kekebalan.
"Bahkan di negara-negara di mana vaksinasi telah berkembang, risiko epidemi strain Omicron tampaknya tinggi. Kami masih memperhatikan informasi penting seperti tingkat keparahan vaksin dan efektivitas vaksin lebih lanjut," ungkap Profesor Nishiura.
Apa Itu Omicron?
Berikut ini pembahasan mengenai apa itu varian baru virus corona Omicron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/protein-lonjakan-omicron-469.jpg)