Varian Omicron
Mulai Merebak, Setelah Varian Omicron, Apa Lagi Selanjutnya?
Sebelumnya, sudah ditemukan jenis Alfa, Delta, Gamma hingga terbaru Omicron. Pertanyaan muncul, 'apa setelah Omicron'?
Seperti saya sudah terlanjur nyaman dengan sebutan China ketimbang Tionghoa atau Tiongkok.
Menjelang akhir tahun 2021, mendadak muncul gelombang ke tiga atau entah ke berapa pagebluk baru.
Konon berasal bukan dari China, tetapi Afrika lalu merambah ke Eropa. Kemudian memperoleh gelar nama yang dianggap lebih keren ketimbang Covid-19, apalagi Corona, yaitu Delta.
Bahkan kemudian menyusul Omicron. Ternyata virus tidak mau ketinggalan latah gerakan ganti nama seperti gerakan ganti nama jenis ponsel.
Preventif dan promotif Secara bingungologis, saya tidak ingin menghanyutkan diri ke pergantian nama virus yang membingungkan akibat terus menerus berubah namanya.
Saya yang lemot-pikir kewalahan dalam berupaya mengikutinya.
Maka saya lebih berupaya menghayati hikmah makna di balik kemelut pagebluk virus yang asyik menggerogoti saluran pernafasan manusia sejak awal tahun 2020.
Beberapa hikmah dapat disimpulkan dari pagebluk virus, yang namanya terus berganti-ganti itu, antara lain terbukti pencegahan tetap lebih bagus ketimbang pengobatan.
Pagebluk Corona membenarkan WHO bahwa paradigma pelayanan kesehatan planet bumi abad XXI lebih utama preventif dan promotif ketimbang kuratif.
Lebih bijak umat manusia menjaga kesehatan masing-masing agar tidak terkena penyakit yang belum terderita ketimbang sibuk menyembuhkan penyakit yang sudah terlanjur terderita.
Maka menggunakan masker, menghindari kerumunan, jaga jarak sosial, menjaga kesehatan dengan jamu, vitamin, vaksin
dan gaya hidup sak madyo sambil tetap menunaikan jihad al nafs menaklukkan hawa nafsu diri sendiri dengan pedoman kearifan ojo dumeh .
Pedoman kearifan ojo dumeh menjadi utama demi eling lan waspodo, jangan sampai ada insan manusia termasuk Jo Biden, Xi Yinping, Vladimir Putin,
Angela Merkel, Boris Johnson, Fumio Khisida, Lee Hsien Loong, Joko Widodo serta Anda, apalagi saya, dumeh alias terkebur.
Merasa diri mampu menaklukkan pagebluk Corona, Covid-19, Delta, Omnicorn atau entah apa pun namanya.