Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Varian Omicron

Mulai Merebak, Setelah Varian Omicron, Apa Lagi Selanjutnya?

Sebelumnya, sudah ditemukan jenis Alfa, Delta, Gamma hingga terbaru Omicron. Pertanyaan muncul, 'apa setelah Omicron'?

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Varian apa Setelah Covid-19 Omicron? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui, dunia sekarang masih berjibaku dengan wabah penyakit menular Virus Corona atau Covid-19.

Hingga pengujung tahun 2021, hampir seantero bumi masih dalam tahap penanganan untuk memutus penyebarannya.

Salah satunya di Indonesia. Namun baru-baru ini muncul lagi varian jenis baru Covid-19. Yaitu varian Omicron, yang disebut pertama kali ditemukan di bagian Afrika.

Sebelumnya, sudah ditemukan jenis Alfa, Delta, Gamma hingga terbaru Omicron.

Pertanyaan muncul, 'apa setelah Omicron'?

Mengutip dari ulasan dalam artikel Kompas.com, sebagai insan awam dan jelata, saya semula menduga wabah yang merajalela pada awal bulan Februari 2020, adalah wabah flu biasa yang sudah rutin merajalela.

Namun setelah mulai merambah lalu merajalela di Indonesia, barulah saya sadar bukan virus biasa, tetapi virus luar biasa yang disebut sebagai Corona.

Nama Setelah tanpa bisa membuktikan ada-tidaknya virus, saya membiasakan diri dengan pagebluk virus yang disebut Corona,

mendadak Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, bilang bahwa virus jahanam itu berasal dari Wuhan, China.

Maka virus itu disebut sebagai virus China.

Nama bikinan Donald Trump ditolak keras oleh Xi Yinping dengan tudingan bahwa virus mulai merajalela di Wuhan

setelah dibawa oleh anggota militer Amerika Serikat ke China ketika ikut serta olimpiade militer di China.

Maka sang virus lebih pantas disebut sebagai virus Amerika Serikat.

Sebenarnya saya berusaha tetap bertahan pada sebutan virus Corona, meski para ilmuwan biomolekular menyatakan virus Corona telah nemutasikan diri sebagai varian baru, yang disebut sebagai Covid dengan embel-embel angka 19 di belakangnya.

Meski WHO mengganti nama Corona menjadi Covid-19, namun saya sudah terlanjur nyaman dengan sebutan Corona ketimbang Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved