Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Driver Ojol

Akhirnya Terungkap Motif 3 Orang Nekat Mutilasi Driver Ojol di Bekasi, Pelaku Ajak ini Lalu Golok

Dari hasil identifikasi awal kepolisian, identitas potongan tubuh itu identik dengan seorang pria berinisial RS (28).

Editor: Indry Panigoro
IST/KOMPAS TV/Ardi Praseno
Ridho Suhendra (28), seorang driver ojek online (ojol) jadi korban mutilasi di Bekasi 

"FM ditangkap pukul 15.00 WIB. Kemudian pelaku satu lagi MP diamankan pada sabtu pukul 17.00 di tempat penitipan sepeda motor," ungkap Zulpan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengatakan, ketiga pelaku dan korban saling mengenal satu sama lain. Keempatnya memiliki hubungan yang cukup dekat layaknya keluarga.

"Hubungan tiga tersangka dan korban pertemanannya sudah lama sekali. Mereka sudah seperti saudara," ujar Hendra.

"Cuma memang ada perselisihan. Perselisihan ini sudah sering kali terjadi, dan kini berakhir dengan pembunuhan," sambungnya.

Potret Ridho Suhendra, korban mutilasi di Bekasi.
Potret Ridho Suhendra, korban mutilasi di Bekasi. (Istimewa)

Sakit hati istri dihina dan dicabuli korban

Zulpan mengungkapkan, para pelaku gelap mata merencanakan aksi pembunuhan terhadap RS hingga memutilasi jasadnya karena merasa sakit hati.

"Bahwa yang melatarbelakangi kasus ini oleh para pelaku motifnya adalah para pelaku sakit hati dengan korban RS," ungkap Zulpan.

Pelaku FM, kata Zulpan, sakit hati karena dia dan istrinya pernah dihina merasa direndahkan oleh korban. Sementara MAP, sakit hati setelah mengetahui istrinya pernah dicabuli oleh RS.

"MAP sakit hati dengan korban karena almarhum istri pelaku pernah dicabuli korban," kata Zulpan.

Untuk mengeksekusi korban, ketiga pelaku mengajak korban untuk mengonsumsi narkotika bersama-sama.

Setelah korban tertidur, pelaku langsung membunuhnya menggunakan golok yang telah disiapkan.

"Jasad korban kemudian dimutilasi dan potongan tubuh korban dibuang di pinggir jalan," kata Zulpan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (tengah) menunjukan barang bukti kasus mutilasi yang terjadi di Kedungwaringin, Bekasi, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (28/11/2021).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (tengah) menunjukan barang bukti kasus mutilasi yang terjadi di Kedungwaringin, Bekasi, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (28/11/2021). ((KOMPAS.com/ Tria Sutrisna))

Hilangkan jejak

Zulpan menduga, para pelaku memilih memutilasi jenazah korban setelah dibunuh, lalu membuangnya di tiga lokasi terpisah, untuk menghilangkan jejak.

"Untuk menghilangkan jejak mutilasi. Dilihat dari pembuangan potongan jasad terpisah," jelas Zulpan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved