Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Pria Ini Tega Nikahkan Putri Belianya Dengan Pria Tua, Demi Makan dan Lunasi Utang

Nama pria tersebut Fazal, memutuskan untuk menikahkan putrinya yang masih di bawah umur karena desakan ekonomi.

Editor: Alpen Martinus
Foto: pexels.com/Danu Hidayatur Rahman
Ilustrasi Menikah 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Entah apa yang dipikirkan oleh pria pekerja batu bata di Afganistan ini.

Ia tega menjual anak gadisnya yang masih belia kepada para pria tua.

Penjualan anak gadisnya tersebut dibungkus dengan embel-embel pernikahan.

Baca juga: Afganistan Semakin Mengkhawatirkan, Anak Perempuan Kini Dijual Untuk Bertahan Hidup

Nama pria tersebut Fazal, memutuskan untuk menikahkan putrinya yang masih di bawah umur karena desakan ekonomi.

Ekonomi negara yang terpuruk telah memberi Fazal pilihan yang sulit.

Dia harus memilih antara menikahkan putri-putrinya yang masih kecil, atau mengambil risiko keluarga mati kelaparan.

Dilansir dari CNA, pada Oktober lalu, Fazal menerima pembayaran mahar sebesar US$3.000 atau sekitar Rp 42,7 juta setelah menyerahkan putrinya yang berusia 13 dan 15 tahun kepada pria yang usianya lebih dari dua kali lipat.

Baca juga: Puluhan Orang Tewas, Ledakan Menghantam Sebuah Masjid di Afganistan saat Shalat Jumat

Dia mengatakan, jika uangnya habis mungkin harus menikahkan lagi anaknya yang berusia tujuh tahun.

"Saya tidak punya cara lain untuk memberi makan keluarga saya dan melunasi hutang saya. Apa lagi yang bisa saya lakukan?" katanya.

"Saya sangat ingin tidak harus menikahkan putri bungsu saya."

Masalah Fazal dimulai ketika krisis ekonomi menghentikan pekerjaan konstruksi.

Baca juga: Ketika Suara Musik Tak Terdengar Lagi di Afganistan Sebulan, Musisi Takut Dibunuh Taliban

Seperti rekan sekerjanya, dia telah dibayar dimuka - US$1.000 untuk enam bulan kerja.

Dengan permintaan batu bata yang mengering, bosnya menyuruhnya untuk mengembalikan uang mukanya, tetapi Fazal telah menghabiskan banyak uang untuk pengobatan istrinya yang sakit.

Penduduk setempat mengatakan banyak pekerja kiln lainnya juga terpaksa menikahkan gadis-gadis muda untuk membayar uang muka.

Pernikahan Anak di Afghanistan

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved