Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Ketika Suara Musik Tak Terdengar Lagi di Afganistan Sebulan, Musisi Takut Dibunuh Taliban

Para musisi Afganistan khawatir bermusik lantaran ketika Taliban berkuasa pada 1996-2001 juga mengharamkan musik.

Editor: Alpen Martinus
AFP
Evakuasi korban 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tak terasa sudah sebulan milisi Taliban menguasai Kabul, Ibu Kota Afganistan.

Sontak, kota tersebut menjadi sepi tanpa ada banyak aktivitas warga.

Semenjak itu, warga tak pernah lagi menikmati musik, lantaran takut terhadap Taliban.

Baca juga: Alasan Taliban Lirik Investor China dan Rusia untuk Bangun Ekonomi Afganistan

Pejuang pasukan khusus <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/taliban' title='Taliban'>Taliban</a> Badri mengamankan bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun yang brutal - perang yang dimulai dan diakhiri dengan kekuasaan Islam garis keras.
Pejuang pasukan khusus Taliban Badri mengamankan bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun yang brutal - perang yang dimulai dan diakhiri dengan kekuasaan Islam garis keras. (Wakil KOHSAR / AFP)

Taliban disebutkan memang tidak atau belum secara resmi melarang musik diputar di Afganistan.

Namun, para musisi Afganistan khawatir bermusik lantaran ketika Taliban berkuasa pada 1996-2001 juga mengharamkan musik.

Sejak Taliban berkuasa kembali di Afganistan, terdapat perbedaan besar di negeri itu. Para musisi misalnya, tidak lagi merasa bebas bahkan dilanda rasa takut.

Melansir Associated Press, seorang juru bicara Taliban mengatakan bahwa mereka sedang meninjau hukum tentang musik.

Baca juga: Ingat Sayed Sadaat? Dulu Menteri Afganistan Hebat, Kini Jadi Kurir Makanan di Jerman

Aryana Sayeed dan suaminya saat menumpang pesawat militer tinggalkan Kabul, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/afganistan' title='Afganistan'>Afganistan</a>.
Aryana Sayeed dan suaminya saat menumpang pesawat militer tinggalkan Kabul, Afganistan. (Instagram/aryanasayeedofficial)

Meskipun tidak secara resmi dilarang, oknum-oknum Taliban dilaporkan berbuat sendiri melarang musik.

Aksi mereka pun telah membuat teror bagi para musisi yang ada di Afganistan.

Mereka pun menjadi waswas untuk bermain musik lagi.

Para oknum itu mengganggu musisi Afghanistan.

Baca juga: Pantas Taliban Kuasai Ibu Kota Afganistan, Ternyata Adopsi Strategi Pemimpin Revolusi Komunis China

Aryana Sayeed, Penyanyi Pop <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/afganistan' title='Afganistan'>Afganistan</a>
Aryana Sayeed, Penyanyi Pop Afganistan (Instagram/aryanasayeedofficial)

“Kami tidak tertarik mendengarkan benda-benda ini,” kata seorang tentara Taliban kepada Associated Press.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved