Breaking News:

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Rabu 24 November 2021, Ulangan 6:10-12 : Panen Tanpa Menanam

Israel dikasihi Allah melebihi bangsa-bangsa lain di dunia. "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu;

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Israel sungguh merupakan bangsa yang dikasihi Tuhan. Bukan karena bangsa itu besar, bukan karena mereka baik, sebab mereka sering berontak kepada Tuhan. Tapi karena sumpah dan janji Allah kepada nenek moyang mereka, yakni Abraham Ishak dan Yakub.

Israel dikasihi Allah melebihi bangsa-bangsa lain di dunia. "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya." (Ulangan 7:6)

Allah mengasihi bukan sekedar dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan nyata. Merekalah satu-satunya bangsa di muka bumi ini yang dipimpin langsung oleh Tuhan keluar dari tanah perbudakan dan masuk ke Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya. Yakni di Tanah Kanaan. Di negeri ini, mereka menuai dan memanen, tanpa menanam. Mereka menikmati hasil, tanpa bekerja. Semuanya gratis datangnya dari Tuhan

Mereka mendapatkan kota-kota besar dan baik, tanpa bersusah payah berjuang mendirikan sebelumnya. Mendapatkan rumah-rumah yang penuh isinya dengan barang-barang baik, tanpa berkeringat untuk mendapatkannya. Menuai hasil kebun-kebun anggur dan zaitun, tanpa membajak dan menanamnya, mereka menjadi kenyang tanpa bekerja sebelumnya. Tanpa berkeringat, mereka menerima semuanya itu dari Tuhan.

Begitu mulia dan begitu baiknya Tuhan kepada orang Israèl, sehingga semuanya itu disiapkan bagi mereka. Karena mereka adalah umat kesayangan-Nya. Namun Musa mengingatkan mereka, agar ketika menikmati semuanya itu, jangan sampai lupa diri, apalagi melupakan Tuhan.

Demikian fitman Tuhan hari ini.
"untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan." (ay 10-12)

Sungguh Israel bersyukur menjadi bangsa pilihan Allah. Tanpa berjerih lelah, mereka menikmati hasil panen. Tanpa berkeringat, memiliki rumah dan makan sampai lenyang. Tanpa ada perencanaan dan usaha pembangunan, mereka memiliki kota-kota besar. Tanpa berjuang dan berperang mereka memiliki bangsa dan negara. Begitulah indahnya kehidupan sebagai bangsa pilihan Tuhan.

Namun, jangan karena kasih karunia yang melimpah ruah dan serba gratis itu, membuat umat lupa diri. Yakni melupakan Tuhan yang telah membebaskan mereka dari tanah perbudakan, menyertai dan melindungi mereka dalam perjalanan menyusuri padang pasir puluhan tahun, dan menyediakan segala sesuatu dengan limpahnya, baik susu madu maupun kebutuhan hidup, sandang, pangan dan papan (rumah), serta bangsa yang menjadi besar dan mempengaruhi dunia dengan segala peradabannya.

Tuhan mengingatkan agar ketika berada di tanah perjanjian, mereka tidak melupakan perintah-Nya lewat nabi Musa. Tapi memberlakukan semua peraturan dan ketentuan itu, demi kebaikan mereka dan demi masa depan kehidupan mereka. Sebab dengan hidup takut akan Tuhan yakni mematuhi semua perintah Tuhan, maka kehidupan mereka dijamin dalam segala hal.

Tuhan telah membuktikannya dengan memberikan berkat melimpah tanpa mereka mengusahakannya. Tanpa menanam, mereka memanen. Tanpa membangun, mereka memiliki rumah. Tanpa berjuang mereka memiliki negara dan kota-kota besar. Ini semua bukti bahwa jika umat Israel setia dan tidak melupakan Tuhan, maka berkat melimpah yang lebih heran lagi akan mereka terima dari Tuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved