Tribun History
Gereja Katolik St Ignatius Manado, Dulunya Bioskop dan Kampus, Kini Termegah di Manado
Sejak saat itu, mulailah dikenal Gereja Katolik di Manado Utara atau juga yang disebut dengan nama Gereja Klabat.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge
Lumanauw Pr. sebagai pastor paroki waktu itu, merencanakan supaya pembangunan gereja diselesaikan pada tahun 1958, dan Paskah tahun itu sudah bisa dirayakan di gereja baru. Rencana itu berhasil, walau terkesan sangat tergesa-gesa. Walaupun belum rampung, tapi gereja sudah bisa dipakai.
Pada Minggu Palem, umat membersihkan gereja dan melengkapi peralatan-peralatan dalam gereja. Pada hari Kamis Putih, 3 April 1959, gereja sudah dipakai dalam keadaan bagus.
Tanggal 10 April 1959, hari kamis sesudah hari raya Paskah, jam 05.10, lonceng di menara gereja untuk pertama kali dibunyikan.
Demikian Paroki Manado Utara dengan nama pelindung St. Ignatius de Loyola, secara resmi memiliki Gedung Gereja baru, megah dan permanen di atas tanah milik Frater CMM.
Umat merasa gembira dengan selesainya pembangunan gereja paroki. Namun disayangkan, gereja ini memiliki halaman yang sangat kecil sehingga rencana untuk membangun sebuah pastoran tersendiri agak sulit dilaksanakan.
Setelah menjadi paroki dan berdiri sebuah gedung gereja yang baru, maka pastor-pastor yang pernah bertugas sebagai pastor paroki maupun pastor pembantu atau asisten di Paroki Ignatius selengkapnya ada dalam daftar terlampir.
Pemberkatan Gedung Gereja Paroki yang Baru) Paroki Santo Ignatius yang keberadaannya selama ini selalu dikategorikan sebagai paroki yang mampu namun tanpa disadari bahwa selama ini umat hanya beribadat dan melakukan aktivitas pelayanan pastoralnya di gedung gereja yang didirikan di atas tanah milik Tarekat Frater CMM, dan bukanlah tanah milik paroki atau keuskupan sendiri.
Bertepatan dengan perayaan 50 tahun Paroki St. Ignatius Manado, 01 Februari 2004, yang dirangkaikan dengan HUT dan Perpisahan dengan Pastor Cornelius van Bavel, MSC, beliau menyampaikan masukan tentang kepentingan Paroki St.Ignatius Manado, kepada Pastor Wens Maweikere, Pr.
Ia berpesan agar Pastor Wens, segera mengusahakan pendirian sebuah gereja baru, untuk umat Paroki Santo Ignatius Manado.
Melihat dan menyadari akan keberadaan umat yang makin penuh sesak di dalam gereja ditambah lagi jikalau hujan lebat air selokan naik menggenangi gereja Ignatius maka niat untuk mendapatkan tempat guna membangun gereja yang baru, semakin kuat ada dalam kehendak umat.
Melalui rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki dan tokoh-tokoh umat, melalui pertemuan dengan para teknisi dan para pelaku ekonomi, dalam tuntunan Pastor Paroki Wens Maweikere, Pr, mulailah dibicarakan rencana Pembangunan Gedung Gereja St. Ignatius yang baru.
Pada satu kesempatan Pastor Paroki Santo Ignatius bersedia menerima dan mendengarkan masukan dari beberapa inisiator yang menghendaki permohonan ijin resmi kepada bapak Uskup, untuk dapat menggundakan laha tanah lokasi bekas bioskop Luxor atau Bioskop Manado.
Di situ juga sempat dijadikan area Kampus Unika De La Sale, samping Aula Ignatius.
Setelah melalui pembicaraan yang panjang, dengan rupa-rupa pertimbangan dan saran dari pihak Keuskupan, Uskup Manado, Mgr. Josef Suwatan, akhirnya memberikan tanah dimaksud dan mengijinkan pembangunan Gedung Gereja St.Ignatius yang baru.
Demikian, setelah dua tahun lebih menggembalakan umat Paroki St.Ignatius, Pastor Paroki Wens Maweikere Pr, bersama DPP, memutuskan membentuk Panitia Pembangunan Gedung Gereja Paroki St. Ignatius Manado yang baru yang diketuai oleh bapak Harry Sambuaga, bapak Ridwan Sugianto, dan bapak Fajar Anggun Putra.
DPP bersama Panitia Pembangunan yang baru terbentuk sungguh berniat dan bersemangat untuk segera memulaikan pekerjaan pembangunan ini. Tepat tanggal 11 September 2005, dilakukanlah Ibadat Upacara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja Paroki St.Ignatius yang baru, oleh Pastor Paroki St. Ignatius Manado, Wens Maweikere, Pr.
Pembangunan yang telah dimulai Pastor Wens Maweikere, Pr, kemudian dilanjutkan oleh Pastor Leontius Glen Woi, Pr, bertepatan di hari peringatan pesta Pelindung Paroki Santo Ignatius, tanggal 31 juli 201 dan 60 tahun pemekaran dan berdirinya Paroki Santo Ignatius Manado, dilaksanakanlah pemberkatan dan peresmian.
Perjalanan pambangunan gedung gereja yang baru ini berjalan dengan waktu yang cukup panjang, dengan anggaran biaya yang sangat besar, namun semua itu bisa terobati dengan kemegahan serta keindahan dari gedung gereja tersebut.
Kini, Gereja Santo Ignatius Manado berdiri megah. Gereja ini bisa dikatakan termegah dilihat dari desain dan interiornya.(fernando lumowa).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gereja-katolik-santo-ignatius-manado-666.jpg)