Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Amerika

Intelijen Amerika Akui Sulitnya Mata-matai China, Ini Penyebabnya

Intelijan AS Bongkar Susahnya Mata-Matai Negeri Panda, Bahkan Sampai Kewalahan Untuk Mengorek Informasi dari China Gara-Gara Hal Ini

Editor: Aldi Ponge
dok.Mother Jones
Ilustrasi Mata-mata 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Intelijen mengakui sulitnya mematai-matai China sejak Jinping berkuasa.

China semakin menjadi target yang lebih sulit bagi Amerika, demikian diungkap pejabat intelijen Amerika seperti dilansir Bloomberg

Washington sangat perlu memahami keputusan pemimpin China itu karena hubungan antara kedua negara semakin rumit.

Fakta itu terungkap ketika para pejabat di pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dan Presiden saat ini Joe Biden dikejutkan oleh langkah cepat Beijing untuk mengkonsolidasikan kendali atas Hong Kong.

Dengan mengerahkan pasukan dan senjata, aset di Laut China Selatan, mencegah perusahaan-perusahaan China mendaftar di Amerika Serikat.

Pejabat AS dan mantan pejabat menekankan bahwa komunitas intelijen AS telah lama berjuang untuk mendapatkan pelaporan mendalam tentang proses pembuatan kebijakan di Beijing.

Alasannya adalah bahwa China telah menyebabkan kerugian besar dalam jaringan sumber-sumber Amerika sebelum Xi berkuasa.

Sementara pasukan intelijen AS kekurangan orang yang bisa berbahasa Mandarin.

"Sumber daya manusia kami telah kekurangan pasokan selama beberapa dekade," kata mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton dalam sebuah wawancara.

"Saya tidak pernah merasakan informasi yang cukup. Saya selalu ingin mendengar lebih banyak," tambahnya.

Ketika pemerintahan Joe Biden berusaha mengalihkan lebih banyak sumber daya untuk berurusan dengan China.

Direktur Badan Intelijen Pusat Bill Burns baru-baru ini mengumumkan pembentukan Pusat Misi China untuk fokus pada "pemerintah China."

Namun hal ini justru membuat kedua negara ini semakin bermusuhan.

Para pejabat dan mantan pejabat mengatakan bahwa situasi kekurangan informasi semakin memburuk.

Saat Xi Jinping bersiap untuk memasuki masa jabatan ketiganya, AS hampir tidak memiliki informasi orang dalam tentang beberapa masalah dasar.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved