Sejarah
Studi Baru Ungkap Bahasa Jepang Korea hingga Turki Berasal dari Tiongkok Kuno
Sesudah sejak lama, asal-usul dan sejauh mana keterkaitan lima kelompok bahasa yang membentuk keluarga bahasa ini menjadi perdebatan di antara para.
Tim peneliti mengatakan inti kecil dari kata-kata warisan yang berkaitan dengan budi daya tanah, seperti "ladang", "tabur", "tanaman", dan "tumbuh", serta penyebutan millet tetapi bukan padi atau tanaman lain, mendukung hipotesis mereka.
Sementara itu, hasil analisis arkeologi tim peneliti pada cekungan Liao Barat, mengungkapkan bahwa tempat pertanian millet broomcorn yang ada di sana mulai beroperasi sekitar 9.000 tahun yang lalu.
Analisis lebih lanjut menemukan hubungan antara situs Zaman Perunggu di daerah Liao Barat dan situs Mumun di Korea dan situs Yayoi di Jepang, menunjukkan bahwa pertanian padi dan gandum telah diperkenalkan ke daerah Liaodong-Shandong sebelum menyebar ke semenanjung Korea di awal Zaman Perunggu dan dari sana ke Jepang sekitar 3.000 tahun yang lalu.
Sementara itu, analisis genetik mereka mengidentifikasi komponen genetik umum yang disebut "keturunan mirip Amur" di antara semua penutur bahasa Transeurasia.
Mereka juga melaporkan adanya kumpulan genom kuno yang sama dari Korea, Kepulauan Ryukyu, dan para petani sereal awal di Jepang.
"Dengan memajukan bukti baru dari DNA kuno, penelitian kami dengan demikian menegaskan temuan baru-baru ini bahwa populasi Jepang dan Korea memiliki nenek moyang dari Sungai Liao Barat.
"Sedangkan itu bertentangan dengan klaim sebelumnya bahwa tidak ada korelasi genetik dari keluarga penutur bahasa Transeurasia," kata para peneliti.
• Artis Cantik Ini Diceraikan Mantan Menejernya, Punya Tiga Anak, Kini Nikah Lagi dan Ikhlas Dimadu
• 4 Surah yang Sebaiknya Dibaca Sebelum Tidur, Ini Keutamaannya
• Fakta tentang Majapahit, Perkasa di Darat dan di Laut, Tom Pires: Menguasai Jawa hingga Maluku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tembok-besar-china-6565.jpg)