Bursa Capres
Ganjar Pranowo Bilang Pilpres 2024 Urusan Bu Mega, tak Jawab Godaan Golkar Nyapres
Meski tahun 2024 masih tiga tahun lagi, namun partai politik mulai melakukan konsolidasi dan manuver terkait figur yang berpeluang maju
"Saya pikir belum bisa dianggap serius ya ajakan dari salah satu kader Partai Golkar untuk kemudian membuka dirinya agar Ganjar Pranowo bisa masuk ke Partai Golkar."
"Karena yang bicara bukan Ketua Umum, bukan sosok pengambil keputusan," kata Yunarto dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (13/11/2021).
Baca juga: Katekisasi Pelsus GMIM Sukses Digelar, Rio Dondokambey Ketua Tim Kerja Ungkap Syukur
Baca juga: Nama Anies dan Ganjar Bersaing saat DKI-Jateng Tarung di Peparnas 2021, Mahfud: Ada yang Salah Sebut
Selain itu Yunarto juga melihat ada beberapa penghalang masuknya Ganjar Pranowo ke Partai Golkar pada Pilpres 2024 mendatang.
Penghalang yang pertama, yakni Golkar masih fokus kepada sosok Ketua Umumnya untuk menjadi calon presiden.
"Kalau kita lihat pun dari pendekatan kekuasaan ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang."
"Pertama bagaimana Golkar masih fokus kepada sosok Ketua Umumnya menjadi calon presiden," terang Yunarto.
Selanjutnya, penghalang kedua yaitu Ganjar Pranowo sering muncul dengan statementnya sebagai kader.
Sehingga, diperkirakan tidak mudah untuk membuat Ganjar Pranowo keluar dari PDI Perjuangan.
"Yang kedua kita tahu Ganjar Pranowo dari beberapa statement yang muncul masih berbicara mengenai dirinya sebagai kader."
"Dan sepertinya tidak mudah untuk menggoyang Ganjar Pranowo keluar dari PDIP," imbuhnya.
Lebih lanjut, Yunarto menambahkan, Megawati biasanya akan mengambil keputusan terkait capres ini pada saat injury time.
Dan kini masih ada waktu dua tahun untuk Megawati menentukan siapa sosok capres yang akan diusung PDIP pada Pilpres 2024 mendatang.
Baca juga: Bahasan Soal Gelombang Ketiga Covid-19, Pakar Virus Bongkar Sesuatu, Singgung Soal Virus
Yunarto juga mengaku, sekarang ini masih sulit untuk memprediksi apakah nantinya Ganjar akan keluar dari PDIP dan masuk ke Partai Golkar, atau partai lainnya.
"Kita tahu PDIP, Ibu Mega biasanya itu masih akan menunggu injury time untuk mengambil keputusan."
"Jadi dalam periode masih dua tahun lagi akan sulit untuk diprediksi."