Bursa Capres
Ganjar Pranowo Bilang Pilpres 2024 Urusan Bu Mega, tak Jawab Godaan Golkar Nyapres
Meski tahun 2024 masih tiga tahun lagi, namun partai politik mulai melakukan konsolidasi dan manuver terkait figur yang berpeluang maju
TRIBUNMANADO.CO.ID, JATENG - Meski tahun 2024 masih tiga tahun lagi, namun partai politik mulai melakukan konsolidasi dan manuver terkait figur yang berpeluang maju di Pilpres 2024.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut merespons soal kabar ajakan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bersama Partai Golkar.
Menggunakan dialek bahasa Jawa, Ganjar enggan menjawab soal ajakan tersebut.
Menurut Ganjar, sebagai kader PDIP, ia sepenuhnya menyerahkan urusan Pilpres 2024 kepada Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

Hal ini disampaikan Ganjar saat berada di kediaman Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo untuk melihat pameran lukisan, Jumat (12/11/2021) lalu.
"Dipasang-pasang opo, halah lah, itu (soal Pilpres 2024) urusannya Bu Mega og."
"Lha ya urusan itu, manut (ikut), kader og piye (karena kader)," ungkap Ganjar, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (14/11/2021).
Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid mengungkapkan, partainya membuka peluang untuk mencalonkan Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden 2024.
Hal itu akan dilakukan jika Ganjar tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan.
Nurdin Halid menyampaikan informasi tersebut dalam satu ruang diskusi bersama para pendukung Ganjar.
Baca juga: Bertemu FX Hadi Rudyatmo, Ganjar Pranowo Dihadiahi Kaos Bergambar Banteng Celeng dari Para Kader
Baca juga: Fakta Baru soal Tubagus Joddy Diungkap Adik Bibi Ardiansyah, Hubungi Frans Faisal Setelah Kecelakaan
Nurdin mengtakan, Partai Golkar siap menampung Ganjar jika tidak mendapat rekomendasi sebagai Capres 2024 di PDIP.
Kendati demikian, Golkar belum memastikan apakah akan mengusung Ganjar sebagai calon presiden atau wakil presiden.
Pengamat Nilai Tawaran Golkar kepada Ganjar Tidak Serius
Direktur Eeksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, menilai tawaran Golkar pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak bisa dianggap serius.
Pasalnya, tawaran tersebut datang dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid, bukan sang Ketua Umum, Airlangga Hartarto sebagai sosok pengambil keputusan.