Breaking News:

Tribun Manado Travel

Cerita Mistis di Waruga Sawangan Minut Bikin Turis Tertarik, Pencuri yang Dikutuk hingga Mata Besar

seorang penjaga Waruga bernama Lexi menuturkan waruga itu puluhan tahun silam pernah dicopot bagian luarnya. Dan nasib buruk menyertai si pencuri itu.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Waruga Sawangan. 

Seorang turis Belanda terkejut. Mengunjungi Waruga di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara beberapa waktu lalu, ia melihat sebuah botol minuman terpajang di Museum benda - benda purbakala samping kompleks Waruga tersebut.

Botol minuman itu berasal dari dalam Waruga.

Botol berwarna coklat itu dikenalinya sebagai botol minuman keras bernama Jinni yang beken di Belanda pada masa lampau.

"Bule Belanda itu kenal sekali botol tersebut," kata Yeanette Umboh, penjaga Waruga kepada Tribun Manado beberapa waktu lalu.

Diketahui, Waruga adalah kuburan kuno warga Minahasa. Area penguburannya, jenazah serta barang barang peninggalannya diletakkan dalam kubah batu yang didirikan di atas tanah.

Waruga ini dipercaya sebagai sisa-sisa peradaban Megalithikum. 

Di mana peradaban Megalithikum itu sudah ada sejak tahun 800 sebelum masehi. Di Nusantara sisa-sisa kebudayaan ini eksis hingga awal abad ke-20.

Umboh lantas mengajak Tribun Manado melihat botol minuman itu. Botolnya ada dua. Satu berbentuk mirip botol Coca Cola namun lebih lebar.

Satunya memiliki bagian atas yang kecil dengan permukaan besar. Di depan dua botol itu terdapat cangkir keramik.

Cangkir itu, menurut Umboh, berasal dari Mongolia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved