Lawan Covid19
Selama Pandemi Covid, di Facebook Banyak Ditemukan Kabar Hoaks, Ini Tips identifikasi Berita Bohong
Ternyata selama pandemi Covid-19 kabar hoax paling banyak beredar melalui facebook.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui dari Kemenkominfo mengabarkan terkait penyebaran hoax yang sering beredar melalui media sosial.
Ternyata selama pandemi Covid-19 kabar hoax paling banyak beredar melalui facebook.
Terkait hal tersebut berikut ini tips cara mengidentifikasi berita mengandung hoaks.
Baca juga: Pemerintah Perkuat Pintu Masuk Negara, Cegah Varian AY.4.2, Berikut Ini Aturan yang Diperketat
Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Sabtu (6/11/2021), Ada yang Menderita Sakit Gigi atau Kepala
Baca juga: Nasib Gala Sky Pasca Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Meninggal, Akan Diasuh Sang Kakek
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Dedy Permadi memastikan pemerintah terus berupaya meminimalisir dan melawan penyebaran hoaks terutama terkait pandemi Covid-19.
Kementerian Kominfo, kata Dedy, menyampaikan kepada seluruh masyarakat bagaimana cara mengidentifikasi suatu berita atau kabar itu adalah hoaks atau bukan.
Hal itu disampaikan Dedy saat siaran pers Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Kamis (4/11/2021).
"Pertama, berhati-hati jika membaca judul berita yang provokatif dan clickbait atau mendorong kita untuk membukanya jadi harus dicurigai dulu dari judulnya. Jika judulnya meragukan jangan disebarluaskan," kata Dedy.
Kedua, kata Dedy, cermati alamat situs yang menjadi sumber pemberitaan terkadang banyak situs-situs berita palsu atau tidak jelas yang memuat hoaks.
Sehingga lebih baik kita membaca berita dari situs berita yang kredibel dan terpercaya.
"Ketiga memeriksa sumber pernyataan cek lagi siapa yang memberikan statement atau pernyataan. Apakah orang dari pemerintahan lembaga kredibel para ahli atau bukan," ucap Dedy.
Kemudian, keempat, mengikuti pemberitaan dan media sosial institusi resmi dan kredibel bisa milik pemerintah atau kantor berita atau para ahli yang tentu bisa dipercaya oleh masyarakat.
Kelima mendiskreditkan gambar, foto dan video untuk diperiksa lagi melalui mesin pencari.
"Biasanya akan terlihat tifikasi dari mana asal gambar atau video tersebut," tambahnya.
Dedy pun mengingatkan bahwa media sosial menjadi sarana penyebaran hoaks yang sangat masif.
Saat ini, media sosial juga memerangi penyebaran hoaks atau media sosial pada umumnya sudah menyediakan fitur report atau laporan.