Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peristiwa

Soeharto Pernah Bertemu Dewi Soekarno dan Minta 3 Hal di Akhir Kekuasaan Soekarno, Ibu Tien Marah

Menurut pemberitaan media Jepang, Asahi Shimbun, tanggal 23 Maret 1966, saat bermain golf, Soeharto mengusulkan tiga opsi terkait nasib Soekarno

Editor: Finneke Wolajan
Kolase Foto Istimewa/Tribunmanado
Kisah Cinta Soekarno bersama wanita Jepang bernama Sakiko Kanase, sebelum nikahi Naoko atau Ratna Sari Dewi Soekarno. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah tiga permintaan Soeharto pada Ratna Sari Dewi di akhir kekuasaan Soekarno, Ibu Tien sampai murka

Naoko Nemoto alias Ratna Sari Dewi adalah istri Presiden Soekarno asal Jepang

Presiden Soekarno membawanya ke Indonesia usai diperistri pada 1962.

Artikel ini mengupas peran Naoko Nemoto jelang kejatuhan Soekarno dan mulai naiknya Soeharto menjadi penguasa Indonesia.

Naoko Nemoto atau yang dikenal dengan  Dewi Soekarno merupakan wanita diantara pergolakan politik jelang kejatuhan Soekarno.

Sebelum kejatuhan Soekarno benar-benar terjadi, Dewi Soekarno sendiri sempat diperingatkan oleh Soeharto.

Dia  diberi tiga pilihan demi kebaikan Soekarano.

Soeharto, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/soekarno' title='Soekarno'>Soekarno</a> dan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ratna-sari-dewi' title='Ratna Sari Dewi'>Ratna Sari Dewi</a>
Soeharto, Soekarno dan Ratna Sari Dewi (jiji.com via grid.id)

Menurut penulis Jepang, Aiko Kurasawa terdapat seorang perempuan Jepang yang hadir di tengah pergolakan politik dan limbungnya kekuasaan Soekarno pasca-peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang dikenal dengan tragedi G30 S PKI.

Sosok penting itu adalah Ratna Sari Dewi, yang diperistri oleh Soekarno pada tahun 1962.

Dalam buku yang berjudul Peristiwa 1965: Persepsi dan Sikap Jepang, Aiko pun menulis bahwa perempuan yang dikenal dengan nama Dewi Soekarno berusaha melakukan berbagai upaya rekonsiliasi antara Soekarno dan Angkatan Darat.

Bahkan wanita itu  rela pergi ke Jepang, untuk bertemu dengan Perdana Menteri Sato pada 6 Januari 1966 untuk meminta dukungan bagi Soekarno

"Namun, saat itu, Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk berada di sisi Soeharto, dan secara bertahap meninggalkan Soekarno," kata Aiko dalam diskusi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Dalam periode tahun 1965, Jenderal M Jusuf mendatangi Dewi sambil mengatakan bahwa dia diutus oleh Soeharto.

Jusuf prihatin dengan posisi Soekarno yang dikelilingi oleh Soebandrio dan Hartini yang pro-PKI.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved